Kamis 02 Nov 2023 20:04 WIB

Sebelum Meninggal, Matthew Perry Bantu Pecandu Lepas dari Alkohol dan Obat Terlarang

Matthew Perry terjun langsung membantu pecandu raih kesembuhan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Aktor Matthew Perry. Semasa hidup, Perry membantu pecandu alkohol dan obat terlarang raih kesembuhan.
Foto: Photo by Rich Fury/Invision/AP
Aktor Matthew Perry. Semasa hidup, Perry membantu pecandu alkohol dan obat terlarang raih kesembuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendiang aktor Matthew Perry mengalami jatuh-bangun selama berjuang melepaskan diri dari adiksi alkohol dan obat-obatan terlarang semasa hidupnya. Dari pengalaman kelam ini, Perry terdorong untuk terjun langsung dan membantu para pecandu lain mencapai pemulihan.

"Dia ingin membantu para pecandu lain dan itu memberikan dia tujuan (hidup)," ujar co creator serial "Friends", Marta Kauffman, seperti dilansir BBC pada Kamis (2/11/23).

Baca Juga

Hal senada juga diungkapkan oleh co creator serial "Friends" lainnya, David Crane. Menurut Crane, membantu para pecandu lain yang ingin pulih memberikan Perry sebuah tujuan dan alasan untuk hidup.

"(Membantu pecandu lain) jelas menjadi tujuan dan alasan keberadaannya," ujar Crane.

Salah satu sumbangsih besar yang pernah diberikan oleh Perry untuk membantu pemulihan para pecandu adalah membangun Perry House. Perry House merupakan fasilitas tempat tinggal untuk para pecandu yang sedang berusaha melepaskan diri dari adiksinya.

Perry House pada mulanya merupakan rumah tempat tinggal Perry yang terletak di pantai Malibu. Pada 2012, Perry memutuskan untuk mengubah rumah senilai 10 juta dolar AS (Rp 158,6 miliar) tersebut menjadi Perry House.

Berkat proyek ini, Perry dianugerahi sebuah penghargaan dari Gedung Putih pada 2013. Meski pada 2015 Perry menjual rumah tersebut, dia tetap aktif menyediakan berbagai layanan lain bagi para pecandu yang sedang berjuang untuk memulihkan diri.

Bintang sitkom televisi "Friends" ini ditemukan tewas di rumahnya pada Sabtu (28/10/23). Menurut Kauffman, Perry tampak sangat baik dalam percakapan terakhir yang mereka lakukan. Bahkan, Perry tampak jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Dia saat itu ada di tempat yang sangat baik, karena itu (kepergian Perry) terasa sangat tidak adil," ujar Kauffman.

Dalam sebuah pernyataan resmi gabungan, lima bintang "Friends" lainnya mengungkapkan mereka merasa sangat terpukul atas kepergian Perry. Menurut kelima bintang tersebut, Perry bukan hanya sekadar rekan kerja tetapi bagian dari keluarga mereka.

"Saat ini kami ingin mengambil jeda untuk berduka dan memproses kehilangan yang tak bisa digambarkan ini. Bila waktunya tiba, kami akan bicara lebih banyak," ujar kelima bintang "Friends".

Kepergian Perry tampaknya menyisakan duka yang mendalam bagi banyak rekan selebriti, penggemar, teman, hingga keluarganya. Mereka beramai-ramai memberikan salam perpisahan kepada Perry dengan meninggalkan rangkaian bunga hingga pesan di luar bangunan flat di New York yang dulu menjadi lokasi syuting "Friends".

Semasa hidup, Perry telah mengupayakan beragam cara agar bisa terlepas dari cengkraman adiksinya terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang. Dalam sebuah buku memoar, Perry memperkirakan bahwa dia telah menghabiskan sekitar 7 juta dolar AS, menghadiri sekitar 6.000 pertemuan pecandu alkohol anonim, dan menjalani 15 kali rehabilitasi untuk bisa lepas dari adiksinya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement