Selasa 11 Apr 2017 09:06 WIB

Zhuhai, Kota Nelayan yang Berevolusi Jadi Tempat Wisata Favorit Cina

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Indira Rezkisari
Kota Zhuhai
Foto: dok City of Zhuhai
Kota Zhuhai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Cina dapat disebut sebagai negara yang memiliki banyak tujuan destinasi bagi wisatawan mancanegara. Tak hanya Hong Kong, Makau dan Shanghai juga selama ini menjadi area wisata paling terkenal dunia dari ‘Negeri Tirai Bambu’ ini. Tapi masih ada sejumlah lokasi wisata yang tidak kalah bagusnya dari Cina, seperti Zhuhai.

Chief Section of Marketing Department Zhuhai Tourism Development Center, Zhang Xin menerangkan, Zhuhai sangatlah berbeda jika dilihat kondisinya saat 15 tahun lalu. Mulanya, wilayah yang berada di Provinsi Guangdong, Cina ini merupakan desa nelayan. “Kalau 15 tahun lalu, Zhuhai semuanya masih desa nelayan yang hidupnya berfokus dalam bidang perikanan,” kata Zhang Xin saat konferensi pers ihwal pandangan dan informasi terbaru pariwisata Makau, Hong Kong dan Cina di Jakarta, Senin (10/4).

Setelah melalui masa reformasi, Zhuhai pun mengalami perubahan. Karena lokasinya yang begitu strategis, wilayah setingkat kabupaten/kota ini menjadi tempat ternyaman untuk para pekerja. Bukan saja nyaman dan cocok untuk bekerja tapi bagi para wisatawan lokal dan mancanegara.

Saat ini, Zhuhai sudah memiliki bandara internasional, Zhunhai Jinwan Airport. Wilayah ini sangat dekat dengan Hong Kong, Makau dan Guangzhou sehingga mudah akses. Dengan kata lain, para wisatawan terutama dari Indonesia bisa mudah berhubungan dengan banyak tempat wisata di Cina.

“Dari Zhuhai, kalau ingin jalan ke kota lain gampang, baik perjalanan laut, darat maupun udara yang semuanya sudah berkembang,” ujar Zhang Xin.

Kenyamanan Zhuhai sebagai destinasi wisata mancanegara juga sudah diakui banyak pihak. Berbagai penghargaan telah diterima, termasuk masuk dalam daftar 40 tempat terbaik untuk jalan-jalan dan menetap. Zhuhai juga terpilih sebagai tempat terbaik dan paling disukai wisatawan mancenagara untuk jalan-jalan dalam Global Magazine pada 2013.

Menurut Zhang Xin, Zhuhai sendiri merupakan kota para pendatang sehingga banyak penduduk yang berasal dari berbagai tempat. Zhuhai juga buka kota seperti Shanghai yang biaya hidupnya relatif mahal. Kota ini relatif murah, baik untuk menetap maupun untuk jalan-jalan.

Cuaca Zhuhai juga dipastikan tidak terlalu ekstrem dibandingkan kota-kota lainnya. Karena letak geografisnya, sepanjang tahun hanya berkisar 22 derajat celcius. Pada Juni sampai September yang biasanya musim panas, suhu Zhunhai justru akan tetap sejuk.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement