Jumat 19 Jan 2018 03:12 WIB

Pengembangan Objek Wisata Pulau Tangah Capai Rp 30 Miliar

Pulau Tangah.
Foto: Tripadvisor
Pulau Tangah.

REPUBLIKA.CO.ID,  PARIAMAN, SUMBAR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatra Barat memperkirakan pengembangan objek wisata Pulau Tangah akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 30 miliar. Anggaran itu untuk infrastruktur pendukung.

"Anggaran yang besar tersebut akan digunakan untuk pembangunan taman burung, tempat pemandian air tawar, tempat bermain anak-anak, dan sejumlah sarana pendukung lainnya," kata Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman di Pariaman, Kamis (18/1).

Beberapa pembangunan masih dalam tahap pengerjaan seperti jalan pedestrian sepanjang 800 meter terbuat dari rabat beton dan gazebo atau pondok peristirahatan sebanyak 15 unit yang menelan anggaran hingga Rp 1,1 miliar.

Khusus pembangunan taman burung tersebut berbentuk sangkar setinggi 32 meter dengan diameter 72 meter, dan akan diisi berbagai macam jenis burung tertentu untuk mendukung kunjungan pariwisata.

 

Selain itu, pengembangan Pulau Tangah juga didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dengan memberikan bantuan pembangunan Dermaga Terapung senilai Rp 1,7 miliar.

Oleh karena itu pihaknya mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar memprioritaskan pembangunan di Pulau Tangah tersebut. "TAPD harus bekerja lebih optimal serta memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana yang sudah masuk ke dalam rencana utama agar segera dimanfaatkan," tambahnya.

Pembangunan yang sedang dilakukan tersebut, ujar dia untuk mendukung dan menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat Pariaman.

Selain memacu pembangunan di Pulau Tangah, pemerintah daerah dalam waktu dekat juga akan menyelesaikan pembangunan dermaga yang terletak di Pantai Gandoriah.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Pariaman, Riza Saputra mendukung penuh pengembangan Pulau Tangah yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Pihaknya menilai pengembangan Pulau Tangah yang difokuskan kepada kelestarian alam dan lingkungan akan bernilai lebih terhadap sektor pariwisata.

Langkah yang dilakukan pemerintah, untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan ke Pulau Angso Duo sehingga bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. "Pembangunan yang akan dilakukan tersebut ramah lingkungan, seperti jalan pedestrian terbuat dari rabat beton, taman burung dan lainnya," ujarnya.

Pengembangan Pulau Tangah juga untuk membuat destinasi wisata baru sehingga para wisatawan yang datang ke kota itu tidak merasa bosan karena menemukan konsep berbeda dari daerah lainnya, katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement