Senin 11 Dec 2023 16:51 WIB

Sutradara Hanung Bramantyo Alami Patah Tulang Tertimpa Motor 220 Kg

Masalah kesehatannya dimulai dengan gejala yang tidak biasa.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Friska Yolandha
Sutradara film Satria Dewa Gatotkaca Hanung Bramantyo.
Foto: Surya Dinata/RepublikaTV
Sutradara film Satria Dewa Gatotkaca Hanung Bramantyo.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sutradara Hanung Bramantyo Anugroho mengalami insiden patah tulang yang dia sebut sebagai kisah dramatis kehidupannya. Kabar ini disampaikan langsung oleh Hanung melalui akun Instagramnya.

“Drama paling puncak dari segala drama di tahun 2023,” kata Hanung, Senin (11/12/2023).

Baca Juga

Awalnya, Hanung menceritakan bahwa masalah kesehatannya dimulai dengan gejala yang tidak biasa, yakni mendadak buang air besar mengalami pendarahan selama dua pekan. Merasa kepala pusing, Hanung awalnya mengira itu akibat dari serangkaian pesta di @jaffjogja yang dihadirinya hampir setiap malam.

Namun, ternyata kadar Hemoglobin (Hb) Hanung turun drastis menjadi 8, jauh di bawah normal 13-16. Hal ini mendorongnya untuk segera mendapatkan perawatan medis dan menerima tiga kantong darah di unit gawat darurat (UGD).

Tidak lama setelah keluar dari rumah sakit, drama bagi Hanung belum berakhir. Saat sedang memanaskan motor yang beratnya mencapai 220 kg, karena kepala penuh dengan pikiran, Hanung tanpa sadar tidak mengembalikan standar motor. Akibatnya, kaki Hanung refleks menggantikan standar motor, yang menyebabkan kaki patah karena tertimpa motor.

“Otomatis kaki saya refleks menggantikan standar motor. Karena kaki saya bukan kaki Ronaldo, maka langsung saja ndlosooorrr! Sukses ketimpa motor kebo saya dan, patah. Jangan tanya rasanya seperti apa? Yang jelas, tubuh saya buru-buru diseret lagi ke JIH (Jogja International Hospital),” ujar Hanung.

Kejadian ini terjadi tepat di hari yang sama dengan persiapan shooting film terbarunya, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, karya Puthut EA, serta peluncuran poster dan trailer film terbaru yang berjudul Trinil (Balekno Gembungku). Meskipun mengalami patah tulang, Hanung tetap mengepalai produksi dari jarak jauh melalui live streaming.

Hanung mengakhiri ceritanya dengan pesan moral yang khas, "Lebih baik patah tulang daripada patah hati." Meskipun mengalami insiden yang cukup serius, semangat dan humor Hanung tetap muncul melalui.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement