Jumat 27 Oct 2023 13:15 WIB

Duduk Seharian Bisa Tingkatkan Risiko Saraf Kejepit, Kok Bisa?

Terjadi perubahan postur tubuh jika terlalu lama duduk.

Rep: Desy Susilawati / Red: Friska Yolandha
Duduk terlalu lama bisa tingkatkan risiko saraf kejepit.
Foto: AP/Andy Wong
Duduk terlalu lama bisa tingkatkan risiko saraf kejepit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivitas duduk sering dikaitkan sebagai bentuk posisi istirahat. Namun, aktivitas ini sebenarnya juga bentuk kegiatan sehari-hari yang pasti kita lakukan, bahkan saat sedang bekerja. 

Tanpa disadari, dalam menjalankan kegiatan sehari-hari seperti bekerja di kantor, menyetir mobil, hingga belajar di sekolah telah membuat kita terbiasa untuk duduk dalam jangka waktu yang cukup lama hingga berjam-jam. Ini akhirnya membuat tubuh kita bekerja sendiri dengan menyesuaikan dengan kebiasaan yang kita lakukan dalam sehari-hari. 

Baca Juga

"Mungkin Anda tidak menyadarinya, tapi jika terlalu sering melakukan suatu hal, tubuh akan mulai mencari posisi terbaik dan nyaman sehingga tubuh kita menjadi terbiasa untuk melakukan aktivitas tersebut, sama seperti halnya dengan duduk," ujar Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD Pekanbaru, dr Syafrudin, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (27/10/2023).

Saat duduk terlalu lama, dia melanjutkan, tubuh akan mulai mencari posisi terbaik dan nyaman agar dapat menjalankan aktivitas dengan baik. Namun, tahukah jika kebiasaan ini justru buruk dan bahaya bagi tubuh? 

 

Dokter Syafrudin mengatakan, kebiasaan duduk terlalu lama mungkin tidak begitu terlihat membahayakan, duduk sering dianggap sebagai posisi istirahat dan rileks sehingga tak banyak orang yang berpikir akan pentingnya posisi duduk yang benar. "Duduk dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya masalah pada postur tubuh," katanya.

Perubahan postur tubuh mungkin tidak terjadi dalam waktu semalam, tapi Anda akan baru merasakan efeknya setelah beberapa tahun. "Ini dikarenakan ketika duduk terlalu lama, otot fleksor pinggul Anda memendek, yang dapat menyebabkan masalah pada sendi pinggul Anda," ujarnya.

Terlalu lama duduk juga dapat menyebabkan premature degeneration, yang disebabkan oleh kompresi pada cakram di tulang belakang akibat dari posisi duduk yang tidak baik dan benar. Selain mengubah postur tubuh, kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit pada punggung Anda dan mengganggu keseharian Anda dalam beraktivitas.

Duduk terlalu lama dengan posisi yang buruk....

 

 

Ia mengungkapkan duduk terlalu lama dengan posisi yang buruk tidak hanya akan berpengaruh dalam postur tubuh, namun juga meningkatkan risiko untuk mengalami nyeri pinggang yang bisa disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya, yaitu Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau lebih sering dikenal sebagai saraf kejepit.

Ini dikarenakan kita memberikan lebih banyak kompresi pada tulang belakang dalam posisi duduk dibandingkan pada saat dalam posisi berdiri. Pada saat tubuh duduk dalam waktu yang lama, ditambah jika Anda juga memiliki postur tubuh yang buruk makan ini akan meningkatkan risiko untuk mengalami saraf kejepit yang bisa menurunkan kualitas hidup seseorang.

"Saraf kejepit akan mengganggu seluruh pergerakan tubuh Anda karena selain menyebabkan rasa sakit yang dahsyat seperti terbakar, saraf kejepit juga dapat melemahkan otot-otot dan membuat beberapa bagian tubuh menjadi mati rasa atau terasa kesemutan," katanya.

Selain itu duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami berbagai masalah kesehatan lain, seperti obesitas, gangguan pencernaan, otot melemah dan tegang, diabetes, stres serta gangguan kecemasan lainnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement