REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesehatan usus. Hal ini efektif asalkan seseorang tidak mengonsumsi makanan secara berlebih saat sahur atau buka puasa, serta asupan air dan seratnya tercukupi.
Dokter spesialis gastroenterologi dan Hepatologi dr Sheikh Anwar Abdullah, menjelaskan bahwa selama puasa tubuh memproduksi lebih sedikit asam lambung, memberi sistem pencernaan waktu untuk beristirahat dan mengurangi peradangan. Meski begitu, konsumsi makanan pedas, berlemak, dan kurang hidrasi kerap memicu keluhan pencernaan umum seperti kembung, mulas, dan sembelit. "Penyebab utama masalah pencernaan biasanya adalah makan berlebihan saat berbuka puasa, mengonsumsi makanan goreng atau pedas, dan asupan air dan serat yang rendah. Perubahan pola tidur dan berkurangnya aktivitas fisik juga dapat memperlambat pencernaan dan memperburuk sembelit," kata Anwar seperti dilansir Bernama, Selasa (3/3/2026).
Untuk itu, Sheikh Anwar menekankan pentingnya sahur yang seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks seperti oat atau beras merah. Lalu sumber protein seperti telur, ikan, atau tahu, dan buah-buahan dengan kandungan air tinggi, termasuk semangka dan mentimun.
Bagi individu dengan intoleransi laktosa, ia merekomendasikan yoghurt karena kandungan probiotiknya, sementara makanan pedas dan berminyak sebaiknya dihindari karena dapat mengiritasi lambung dan memicu mulas.