Jumat 27 Oct 2023 12:22 WIB

Kesan Ardhito Pramono Pentas Ethnochestra di Kuala Lumpur: Gugup

Ardhito menjadi salah satu penyanyi yang ikut mementaskan lagu di Ethnocrestra.

Penyanyi Ardhito Pramono saat tampil pada acara BNI Java Jazz Festival 2023 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/6/2023). Dalam penampilannya Ardhito membawakan sejumlah lagu diantaranya Dancing In September, Waking Up Together, Bitterlove dan Wijayakusuma.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Penyanyi Ardhito Pramono saat tampil pada acara BNI Java Jazz Festival 2023 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/6/2023). Dalam penampilannya Ardhito membawakan sejumlah lagu diantaranya Dancing In September, Waking Up Together, Bitterlove dan Wijayakusuma.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Penyanyi dan penulis lagu Ardhito Pramono mengaku gugup pentas perdana di Malaysia bareng Erwin Gutawa di Ethnochestra Senandung Nusantara. Padahal, ini bukan kali pertama Ardhito menyanyi bersama Erwin Gutawa.

“Sudah beberapa kali kerja bareng Om Erwin (Erwin Gutawa), cuma first time akhirnya bisa manggung di Malaysia,” kata Ardhito seusai pementasan Ethnochestra Senandung Nusantara di Plenary Hall Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, Kamis (26/10/2023) malam. 

Baca Juga

Ia pun mengatakan baru kali ini mementaskan ethnochestra, pementasan yang menggabungkan musik dan etnik dalam satu panggung. Namun, demikian dirinya mengaku membawakan karya-karya lagu Indonesia lama sudah beberapa kali dilakukan bersama Erwin Gutawa.

“Karena aku dan Om Erwin sudah pernah, sudah sering kerja bareng ya, sering kolaborasi bersama gitu ya, enggak tahu kenapa tiba-tiba aku yang dipercaya. Dan seru pasti kalau bisa kerja bareng dengan Om Erwin,” kata Ardhito.

 

Untuk lagu yang dibawakan, yakni "Bengawan Solo" karya Gesang dan Rame-Rame yang dipopulerkan oleh penyanyi Utha Likumahua. Menurut dia, semua dipilihkan oleh Erwin Gutawa.

Karena memang sering membawakan lagu Bengawan Solo, Ardhito mengatakan bisa membawakannya dengan baik. Namun demikian, pria kelahiran Jakarta bernama lengkap Ardhito Rifqi Pramono itu tetap mengaku gugup mementaskan beberapa lagu di panggung Ethnochestra tersebut.

Show must go on,” kata Ardhito saat ditanya mengatasi rasa gugupnya itu.

Ditanya soal keinginan bisa tampil solo di Malaysia, ia mengaku ingin sekali bisa bertemu dan menghibur penikmat musik Ardhito di Kuala Lumpur.

Ardhito menjadi salah satu penyanyi yang ikut mementaskan sejumlah lagu di Ethnocrestra Senandung Nusantara yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur untuk memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain Erwin Gutawa yang menjadi Music Director, ada pula sentuhan Jay Subiyakto sebagai Art Director, Taba Sanchabakhtiar sebagai Visual Director, Inet Leimena sebagai Show Director dan Iwan Hutapea sebagai Lighting Designer bersama tim mereka pada persembahan musik dan etnik malam itu.

Kapasitas Plenary Hall KLCC yang mencapai 3.000 orang hampir penuh saat Senandung Nusantara dipentaskan.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement