Senin 02 Feb 2026 10:03 WIB

Cara Membedakan Nyeri Otot Biasa dan Saraf Kejepit

Menurut dokter, penyebab saraf kejepit sangat beragam.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Wanita mengalami saraf kejepit (ilustrasi). Saraf kejepit atau radikulopati terjadi ketika akar saraf di sepanjang tulang belakang mengalami tekanan atau iritasi.
Foto: Dok. Freepik
Wanita mengalami saraf kejepit (ilustrasi). Saraf kejepit atau radikulopati terjadi ketika akar saraf di sepanjang tulang belakang mengalami tekanan atau iritasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah mengalami rasa nyeri yang menjalar secara tajam, sensasi kesemutan, hingga mati rasa pada area leher belakang dan punggung bawah? Jangan anggap sepele, gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi adanya kondisi saraf kejepit.

Dokter spesialis neurologi, dr Faris Khairuddin Syah, mengatakan saraf kejepit atau radikulopati terjadi ketika akar saraf di sepanjang tulang belakang mengalami tekanan atau iritasi. "Saraf Kejepit ibarat kabel listrik yang terhimpit benda berat, sehingga aliran listriknya (sinyal saraf) menjadi kacau dan menimbulkan nyeri tajam dan kesemutan," kata dr Faris dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Baca Juga

Menurut dr Faris, penyebab saraf kejepit sangat beragam, mulai dari trauma mendadak, faktor gaya hidup, hingga proses penuaan, atau kombinasi dari berbagai faktor tersebut. Penyebab tersering adalah herniasi diskus, yakni kondisi ketika bantalan antarruas tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf.

Selain itu, faktor degeneratif akibat penuaan serta taji tulang (bone spurs) yaitu pertumbuhan tulang berlebih pada persendian yang kerap berkaitan dengan osteoartritis pada individu berusia di atas 50 tahun, juga dapat memicu saraf kejepit. "Kemudian ada juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Lalu bisa juga karena cedera akibat kecelakaan atau jatuh, aktivitas fisik dengan gerakan berlebihan terutama membungkuk, postur tubuh yang tidak ideal, obesitas dan penyakit Diabetes Mellitus," kata dia.

Gejala saraf kejepit bisa terjadi dalam jangka pendek maupun panjang, dan biasanya memburuk saat tubuh melakukan gerakan tertentu. Tanda utama dari saraf kejepit adalah rasa nyeri pada area yang terdampak, baik berupa nyeri tajam, denyutan, maupun sensasi panas menyengat.

"Gejala penyerta lainnya meliputi, mati rasa atau kebas pada area yang sarafnya tertekan. Kesemutan (serupa dengan sensasi kaki yang tertidur setelah duduk bersila). Melemahnya fungsi otot di sekitar saraf yang terganggu. Menurunnya refleks tubuh pada bagian tertentu" kata dr Faris.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement