Senin 26 Jan 2026 13:43 WIB

GERD Rentan Menyerang Anak Muda, Ini Saran Pakar untuk Menguranginya

Merokok, obesitas, dan stres disebut memperparah gangguan asam lambung.

Ilustrasi sakit perut. GERD merupakan gangguan pencernaan kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang.
Foto: Dok Freepik
Ilustrasi sakit perut. GERD merupakan gangguan pencernaan kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Rino Alvani Gani mengatakan penerapan healthy lifestyle atau pembiasaan gaya hidup sehat pada anak muda dapat mengurangi tingkat keparahan gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD merupakan gangguan pencernaan kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang.

“Cara menguranginya adalah healthy lifestyle, tidak merokok, berolahraga, makan teratur, tidak gemuk, serta mengelola stres dengan baik,” kata Prof. Rino, Senin (26/1/2026).

Baca Juga

Rino mengatakan, sebagian besar anak muda saat ini belum menerapkan pola hidup sehat sehingga berisiko mengalami berbagai penyakit di usia muda, salah satunya gangguan pencernaan GERD.

Ia menjelaskan, banyak anak muda yang mengalami kelebihan berat badan karena kurang berolahraga, menjadi perokok aktif, tidak makan secara teratur, atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Padahal, dengan gaya hidup sehat, risiko keparahan GERD dapat dikurangi dan tidak menimbulkan peradangan pada saluran cerna bagian atas yang berpotensi merusak kerongkongan atau memicu rasa nyeri di dada.

Rino menambahkan, GERD yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi gangguan kesehatan lainnya, seperti batuk berkepanjangan atau munculnya rasa pusing.

“GERD bisa menimbulkan rasa sakit atau panas di dada, menyebabkan peradangan saluran cerna bagian atas, memicu kesulitan menelan seperti ada gumpalan di tenggorokan, memicu asma atau batuk lama, serta menimbulkan rasa pusing,” katanya.

Namun demikian, meskipun GERD dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, Rino menegaskan penyakit tersebut bukan penyebab utama kematian langsung atau kematian mendadak.

Pengelolaan stres yang tidak optimal juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memperparah GERD. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres berlebihan hingga memicu jantung berdebar.

GERD juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti peradangan kerongkongan hingga kanker esofagus, serta pneumonia aspirasi apabila asam lambung masuk ke paru-paru.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement