Ahad 25 Feb 2024 07:11 WIB

Studi: Sistem Kekebalan Tubuh Bayi tidak Lebih Lemah dari Orang Dewasa, Kok Bisa?

Sel T bayi yang baru lahir memiliki kinerja lebih baik daripada orang dewasa.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Penelitian baru menunjukkan bahwa bayi sebenarnya hanya menggunakan sistem kekebalan secara berbeda dari orang dewasa.
Foto: www.freepik.com
Penelitian baru menunjukkan bahwa bayi sebenarnya hanya menggunakan sistem kekebalan secara berbeda dari orang dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan telah lama percaya bahwa sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir masih belum matang dibandingkan sistem kekebalan orang dewasa. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa bayi sebenarnya hanya menggunakan sistem kekebalan secara berbeda dari orang dewasa.

Meski demikian, sistem kekebalan tubuh itu diterapkan sedemikian rupa sehingga efisien bagi keseluruhan fungsinya. Studi menjelaskan bahwa sel T (sel darah putih yang melindungi dari penyakit) bayi yang baru lahir memiliki kinerja lebih baik daripada orang dewasa dalam melawan berbagai infeksi.

Baca Juga

Dikutip dari laman Cornell University, Sabtu (24/2/2024), hasil ini membantu memperjelas mengapa orang dewasa dan bayi memberikan respons yang berbeda terhadap infeksi. Temuan itu diyakini akan membuka jalan dalam mengendalikan perilaku sel T untuk aplikasi terapeutik.

Paparan penemuan tersebut termuat dalam makalah "The Gene Regulatory Basis of Bystander Activation in CD8+ T Cell" yang diterbitkan pada 23 Februari 2024 di jurnal Science Immunology. Pemimpin studi adalah Brian Rudd, profesor di Departemen Mikrobiologi dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Hewan, dan Andrew Grimson, profesor di Departemen Biologi Molekuler dan Genetika di Fakultas Pertanian dan Ilmu Hayati Universitas Cornell.

 

Rudd menjelaskan, sistem kekebalan hampir selalu dilihat dari sudut pandang orang dewasa. Misalnya, sel T dewasa mengungguli sel T yang baru lahir dalam berbagai tugas, termasuk mengenali antigen, membentuk memori imunologis, dan merespons infeksi berulang. 

Hal itu menimbulkan keyakinan bahwa....

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement