Senin 20 Nov 2023 15:20 WIB

Oknum 'A' Karyawan Agensi BTS Dikabarkan Gelapkan Uang, Hybe Kehilangan Rp 59,6 Miliar?

Agensi BTS, Hybe, memutuskan hubungan kerja dan menggugat A atas penipuan.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Grup K-pop BTS bersama founder Hybe, Bang Si-hyuk. Agensi BTS, Hybe, dikabarkan kehilangan Rp 59,6 miliar akibat penggelapan yang dilakukan karyawannya.
Foto: Dok. Instagram/@hitmanb72
Grup K-pop BTS bersama founder Hybe, Bang Si-hyuk. Agensi BTS, Hybe, dikabarkan kehilangan Rp 59,6 miliar akibat penggelapan yang dilakukan karyawannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut laporan eksklusif dari IT Chosun, agensi grup K-pop BTS, Hybe, kehilangan sekitar 3,86 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 59,6 miliar oleh karyawan yang disebut "A". Karyawan A ini dikenal sebagai salah satu anggota inti pendiri perusahaan dan instruktur tari BTS. 

Dilansir Koreaboo, Senin (20/11/2023), karyawan A sekarang sedang diselidiki karena telah menggelapkan puluhan ribu dolar dari anggaran perusahaan, tetapi juga karena telah menipu, ratusan ribu dolar sesama komposer, koreografer, dan mitra bisnis. Dalam skema mereka, A dilaporkan telah mencuri identitas Hybe, serta menggunakan nama Hybe untuk meminta investasi guna mengembangkan merchandise resmi baru atau menemukan lagu baru. 

Baca Juga

Pada Jumat (17/11/2023), A diperkirakan telah menggelapkan dan menipu sekitar 3,86 juta dolar AS atau sekitar Rp 59,6 miliar dari Hybe dan personel terkait Hybe. Hybe telah memutuskan hubungan kerja dan menggugat A atas penipuan dan penggelapan. Menurut laporan IT Chosun, Hybe mengetahui situasi tersebut pada September dan mencari bantuan profesional untuk mengambil tindakan hukum terhadap Karyawan A. 

Orang dalam berkomentar bahwa Hybe mungkin kurang dalam proses pemantauan dan audit internal, mengingat berapa lama A mampu lolos dari kejahatan keuangan. Hybe sendiri menjawab pihak mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap individu yang melanggar peraturan dan regulasi perusahaan. Mereka akan mengambil semua tindakan hukum yang mungkin dilakukan terhadap individu tersebut, serta melakukan perubahan apa pun yang diperlukan untuk mencegah hal serupa terjadi lagi. 

 

“Seluruh personel Hybe akan menjalani pelatihan etos kerja dan anti korupsi, dan seluruh struktur tata kelola Hybe akan menjalani penguatan untuk meningkatkan proses pemantauan dan audit internal,” ujar Hybe. 

Perusahaan ini juga mengungkapkan mereka dengan tegas melarang karyawannya memperoleh keuntungan pribadi dengan menggunakan informasi internal yang tidak dapat diungkapkan. “Harap berhati-hati terhadap kemungkinan penipu yang menggunakan nama Hybe, pekerjaan Hybe, dan/atau hubungan dengan artis Hybe,” katanya. 

Sementara itu, berdasarkan Informasi yang diberikan dalam laporan IT Chosun, penggemar K-pop berusaha mengidentifikasi A. Meskipun beberapa nama telah dibahas, belum ada yang diverifikasi hingga laporan tersebut. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement