Rabu 08 Nov 2023 20:40 WIB

Studi: Suara Bisa Deteksi Penyakit Diabetes Tipe 2 

Orang yang hidup dengan diabetes mengalami kerusakan saraf Sebabkan masalah suara.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Seseorang bicara (ilustrasi). Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 juga dapat dideteksi melalui suara seseorang.
Foto: Freepik
Seseorang bicara (ilustrasi). Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 juga dapat dideteksi melalui suara seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cara paling umum dan akurat untuk mendiagnosis diabetes, termasuk pradiabetes dan diabetes tipe 2, adalah melalui tes darah. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 juga dapat dideteksi melalui suara seseorang. 

Dilansir Verywell Health, Rabu (8/11/2023), para peneliti dari Klick Labs telah menciptakan alat kecerdasan buatan (AI) yang dapat menentukan apakah seseorang menderita diabetes tipe 2 hanya dengan menggunakan enam hingga 10 detik suaranya, dikombinasikan dengan informasi kesehatan dasar seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan. Model AI memiliki akurasi 89 persen dalam mendiagnosis diabetes tipe 2 pada wanita dan 86 persen akurat pada pria. 

Baca Juga

Yan Fossat, Wakil Presiden Klick Labs dan peneliti utama studi tersebut, mengatakan kepada Verywell, visi Klick Labs adalah menciptakan metode pemeriksaan yang mudah, nyaman, dan meringankan beban dan biaya terkait tes darah saat ini. 

“Pemeriksaan berbasis suara sangat mudah diakses dibandingkan dengan tes darah standar. Alat penyaringan suara dapat diterapkan di luar laboratorium atau kantor dokter, dan menggunakan telepon seluler masyarakat,” ujar Fossat. 

Untuk penelitian ini, Fossat dan rekannya merekrut 267 peserta di India. Mereka mencatat bahwa 192 peserta (79 perempuan dan 113 laki-laki) tidak menderita diabetes. 75 orang lainnya (18 perempuan dan 57 laki-laki) sebelumnya telah didiagnosis menderita diabetes. 

Semua peserta menggunakan aplikasi ponsel pintar untuk merekam diri mereka mengucapkan frasa tetap enam hingga 10 detik hingga enam kali sehari selama dua pekan. Para peneliti menganalisis 18.465 rekaman yang dikumpulkan untuk mendengarkan 14 “karakteristik akustik”. 

Jaycee Kaufman, seorang ilmuwan peneliti di Klick Labs dan penulis pertama studi tersebut, mengatakan kepada Verywell bahwa tim tersebut mengidentifikasi perbedaan fitur vokal antara pria dan Wanita dengan diabetes tipe. Misalnya, Kaufman mengatakan nada suara dan variabilitas nada dipengaruhi pada wanita, sedangkan kekuatan atau intensitas suara dan variasi kekuatan dipengaruhi pada pria. 

“Kami percaya perbedaan ini mungkin berasal dari fakta bahwa pria dan Wanita mengalami komplikasi diabetes tipe 2 secara berbeda, yang pada akhirnya berdampak berbeda pada suara mereka,” kata Kaufman. “Secara khusus, pria mungkin mengalami lebih banyak kelemahan otot yang berhubungan dengan diabetes tipe 2, sedangkan wanita mungkin mengalami lebih banyak edema.”

Orang yang hidup dengan diabetes mengalami....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement