Selasa 17 Oct 2023 03:40 WIB

Hat-Hati, Anda akan Lebih Cepat Menopause Jika Alami Kondisi Seperti Ini

Menopause adalah suatu fase alami dalam kehidupan seorang wanita.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Berbagai peristiwa dalam kehidupan seorang wanita bisa berpengaruh pada usia terjadinya menopause./ilustrasi
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Berbagai peristiwa dalam kehidupan seorang wanita bisa berpengaruh pada usia terjadinya menopause./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Menopause akan dialami setiap wanita, tetapi ada beberapa kondisi tertentu yang membuat menopause ini lebih cepat terjadi. Apa sajakah?

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Grand Family dan RSIA Family, dr Henry Leonardo, SpOG menjelaskan menopause adalah suatu fase alami dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi secara permanen. Kebanyakan usia menopause pada perempuan di Indonesia terjadi di usia 48 hingga 52 tahun. Secara umum dikatakan bahwa usia menopause adalah di atas 40 tahun. Namun, bila terjadi menopause dibawah usia tersebut, dapat dikatakan terjadi premature menopause. 

Baca Juga

Menjelang usia menopause sering kali seorang wanita mengalami berbagai keluhan, seperti gangguan pola haid, kulit kering, rambut kusam dan mudah rontok, osteoporosis, mood tidak stabil, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa tidak ada hubungan antara usia menarche (menstruasi pertama) dengan menopause (menstruasi terakhir). Menopause ditentukan oleh jumlah sel telur yang dimiliki oleh seorang wanita, ketika sel telur yang dimiliki sudah habis maka wanita tersebut akan masuk ke dalam fase menopause. Sementara itu menarche ditentukan oleh kematangan sistem reproduksi dan hormonal, bila sudah matang maka akan terjadi menstruasi.

 

Ia menegaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan seorang wanita bisa berpengaruh pada usia terjadinya menopause. "Misalnya seorang wanita yang mengalami operasi pengangkatan ovarium tentunya akan lebih cepat menopause," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (16/10/2023).

Demikian juga mereka yang pernah mengalami infeksi, autoimun, juga dalam terapi obat-obatan, kemoterapi juga radioterapi umumnya akan menghadapi menopause lebih awal karena penurunan jumlah sel telur secara drastis.

Gejala 

Gejala menopause dapat sangat bervariasi dari satu individu dengan individu lainnya. Gejala yang umum meliputi hot flash (sensasi panas tiba-tiba yang menjalar ke wajah dan tubuh), berkeringat pada saat malam hari, gangguan tidur, perubahan mood, peningkatan risiko osteoporosis, dan gangguan keseimbangan hormon.

Maka, setiap perempuan yang memasuki usia menopause sangat disarankan untuk melakukan beberapa hal seperti berikut:

1. Menerapkan gaya hidup sehat dengan makanan seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, menghindari rokok serta alkohol. Disarankan juga mulai mengkonsumsi makanan dengan kandungan fitoestrogen tinggi seperti olahan kedelai.

2. Melakukan perawatan kesehatan rutin berupa  MCU (Medical Check Up), pap smear, mammografi. 

3. Penggunaan terapi hormon hanya disarankan pada perempuan yang mengalami penurunan kualitas hidup dan tidak dapat diatasi dengan berbagai terapi alternatif lainnya. Perlu diingat, penggunaan terapi hormon harus dalam pengawasan ketat seorang yang ahli dalam bidang menopause.

4. Melakukan pemeriksaan tulang untuk mengukur kepadatan tulang karena menopause dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Osteoporosis adalah sebuah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penjagaan kesehatan tulang, termasuk asupan kalsium dan vitamin D, serta olahraga yang memperkuat tulang, sangat penting selama masa ini.

5. Melakukan pemeriksaan jantung karena pasca-menopause, wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Penyebabnya termasuk penurunan estrogen, yang memiliki efek pelindung pada pembuluh darah. Penting untuk melakukan gaya hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement