Kamis 01 Jun 2023 00:31 WIB

Serangan Jantung Jadi Penyakit Paling Mematikan di Dunia, Gimana Pertolongan Pertamanya?

Serangan jantung sering kali mengusik pada saat yang tidak terduga.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Kesehatan jantung (ilustrasi). Tidak sedikit penderita serangan jantung yang terlambat untuk mendapatkan pertolongan.
Foto: www.freepik.com
Kesehatan jantung (ilustrasi). Tidak sedikit penderita serangan jantung yang terlambat untuk mendapatkan pertolongan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang tergolong sebagai silent killer. Ini adalah penyakit paling mematikan di dunia, menurut WHO.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah-konsultan intervensi jantung Eka Hospital Pekanbaru, Muhammad Hatta, mengatakan penyakit jantung dikategorikan begitu karena serangannya sering kali mengusik pada saat yang tidak terduga. Tidak sedikit juga penderitanya yang terlambat untuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga

Apa yang menyebabkan serangan jantung? Dokter Hatta menjelaskan serangan jantung terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah terhambat.

"Apabila darah tidak mengalir dengan baik, maka jantung akan kekurangan asupan darah sehingga terjadi kerusakan otot jantung," ujar dr Hatta, dikutip dari siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (31/5/2023).

Ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya serangan jantung. Faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti sering konsumsi makanan tinggi lemak, jarang berolahraga, dan obesitas dapat menjadi pemicunya. Sementara itu, faktor usia, tekanan darah tinggi, keturunan atau genetik, dan stres juga berpengaruh.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Jika menemukan seseorang di dekat Anda menunjukan gejala-gejala serangan jantung, jangan panik. Segera siapkan diri untuk menolong korban.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan, yaitu coba dapatkan respons dari korban dengan memanggil korban berkali-kali. Coba juga menepuk pipi korban.

"Jika korban masih dapat merespons maka segera tempatkan mereka di posisi nyaman dan segera hubungi bantuan medis sambil memantau kondisi dan gejala korban," jelas dr Hatta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement