Rabu 12 Oct 2016 08:25 WIB

Anak Perlu Diajarkan Gosok Gigi Sejak 6 Bulan

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Indira Rezkisari
Anak belajar menggosok gigi.
Foto: Flickr
Anak belajar menggosok gigi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penelitian Pepsodent membuktikan, ibu merupakan sosok yang lebih sering menggosok gigi di malam hari. Hal ini jika dibandingkan kebiasaan anggota keluarga lainnya, seperti ayah maupun anak.

“Untuk itu, ibu berperan penting dalam mengajak anak untuk sikat gigi dan ini harus terus dikampanyekan,” kata ahli kesehatan gigi, drg Ratu Mirah Afifah saat Peluncuran Ceita Petualangan Mama Sigi dan Pepo bersama Pepsodent di Hotel Mulia, Jakarta.

Menurut Ratu, pengajaran kebiasaan menggosok gigi perlu dimulai oleh orang tua sedini mungkin. Kalau perlu, dia melanjutkan, sejak pertama kali gigi anak tumbuh, yakni antara enam sampai delapan bulan. Karena masih belum bisa memegang gagang sikat gigi, peranan ini sebaiknya diambil alih terlebih dahulu oleh ibu.

Ratu menerangkan, tahap awal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kain kasa oleh ibu. Sikap kecil dan sederhana ini dapat menjadi cara mudah menerapkan kebiasaan kebersihan pada anak. Dengan demikian, saat sudah semakin besar, anak pun sudah terbiasa melakukan kegiatan ini termasuk pada malam hari.

Orang tua perlu terus melakukan pendampingan anak pada kebiasaan ini hingga menginjak usia dua tahun. Upaya ini penting agar mereka tahu standar gosok gigi yang baik, seperti cara menggosok, kandungan pasta maupun waktu penggosokannya.

Ratu juga menyarankan orang tua untuk memberitahu dan mendampingi anak agar menggosok gigi minimal dua menit. Hal ini perlu dilakukan mengingat banyak anak bahkan orang tua yang lebih suka menggosok gigi di bagian depan saja. Oleh karena itu, waktu yang dihabiskan pun tidak sampai 30 detik. “Dan upayakan tidak hanya mengajak secara verbal tapi juga beri contoh,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement