Senin 18 Mar 2024 06:21 WIB

Paru-parunya Berlubang, Pria 25 Tahun Serukan Masyarakat Berhenti Konsumsi Vape

Pria asal AS itu merokok vape setiap hari selama bertahun-tahun.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
 Aneka warna vape sekali pakai dipajang di rak toko cenderamata di London, Inggris, Senin (29/1/2024). Pemerintah Inggris akan melarang penjualan vape sekali pakai dan membatasi varian rasanya dalam usaha mencegah anak kecanduan nikotin.
Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Aneka warna vape sekali pakai dipajang di rak toko cenderamata di London, Inggris, Senin (29/1/2024). Pemerintah Inggris akan melarang penjualan vape sekali pakai dan membatasi varian rasanya dalam usaha mencegah anak kecanduan nikotin.

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Seorang pria berusia 25 tahun asal Las Vegas Amerika Serikat menyerukan masyarakat untuk berhenti menggunakan vape. Pria bernama Joseph Lawrence itu mengaku imbauan tersebut berasal dari lubuk hatinya yang terdalam setelah dirinya mengalami kondisi paru-paru yang mengkhawatirkan.

Lawrence dilarikan ke unit gawat darurat karena paru-parunya hampir kolaps. Itu terjadi akibat dampak merokok vape setiap hari selama bertahun-tahun.

Baca Juga

Kejadian paru-paru kolaps menyebabkan Lawrence mengalami kesulitan bernapas. Udara menumpuk di antara paru-paru dan dinding dadanya.

photo
Bahaya vape. - (Republika)

Kondisi itu memberikan tekanan yang membuat paru-paru tidak dapat mengembang secara normal. Melalui akun X-nya (sebelumnya bernama Twitter), Lawrence berbagi pengalaman pribadinya dengan harapan dapat mendorong orang lain untuk mempertimbangkan risiko yang terkait dengan vaping.

"Jika Anda ngevape, mohon pertimbangkan untuk berhenti. Itu tidak sepadan. Beberapa hari yang lalu saya dilarikan ke UGD karena tidak bisa bernapas, ternyata paru-paru saya berlubang, untung saya baik-baik saja dan paru-paru saya tidak kolaps sepenuhnya," tulis Lawrence, dilansir The Sun, Jumat (15/3/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement