Sabtu 27 Jan 2024 16:31 WIB

Konsumsi Protein Hewani Bisa Turunkan Risiko Stunting

Pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap.

Makanan mengandung protein (ilustrasi). Protein makronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Ada beberapa tanda tubuh Anda kekurangan protein.
Foto: Dok. Freepik
Makanan mengandung protein (ilustrasi). Protein makronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Ada beberapa tanda tubuh Anda kekurangan protein.

REPUBLIKA.CO.ID,  TANGERANG -- Protein adalah gizi penting dalam pencegahan stunting. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kandungan protein hewani seperti daging, ikan, ayam, dan telur dapat menurunkan risiko terjadi stunting.

“Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani yang beragam terbukti dapat menurunkan risiko terjadi stunting dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan sumber protein hewani,” katanya  di Tangerang, Sabtu (27/1/2024).

Baca Juga

dr Dini menjelaskan, pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebagian kasus para ibu balita menghiraukan pemberian kualitas MPASI. Sering kali, ditemukan kasus lahir kondisi status gizinya bagus, karena sejak dalam kandungan riwayat gizi ibunya bagus. Namun, begitu pemberian MPASI status gizi mengalami penurunan, bahkan sampai terjadinya gizi buruk atau stunting.

 

“Betapa pentingnya makanan berkualitas bagi balita untuk mencegah kasus stunting ini. Maka, Kota Tangerang bebas stunting juga bisa diupayakan dimulai dari dapur kita untuk makanan kaya gizi," katanya.

dr Dini menambahkan, seluruh petugas kesehatan ini adalah corong syiar kesehatan, sehingga diharapkan dapat paham betul akan kesehatan dan penanganan stunting, melakukan pola hidup sehat dengan baik, hingga menjadi contoh yang panutan.

"Stunting merupakan akibat dari kekurangan gizi jangka panjang, maka perlu juga ditinjau kualitas ASI dan frekuensi pemberian ASI, saat ASI eksklusif atau MPASI-nya yang belum tepat sehingga menjadi penyebab stunting," katanya.

Ia juga berharap Hari Gizi Nasional (HGN) ke-64 pada tahun 2024 jadi momentum agar bisa menguatkan manajemen SDM Dinkes Kota Tangerang menerapkan pola gizi seimbang sehingga dapat mencegah terjadinya stunting dan obesitas.

“Karenanya kita perlu menerapkan pola gizi seimbang di dalam sebuah keluarga, yang mana nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan dan kecerdasan mereka. Seluruh keluarga di Kota Tangerang harus terus kita edukasi, untuk menciptakan Kota Tangerang yang nol kasus stunting,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement