Ahad 24 Dec 2023 10:48 WIB

Bahaya Kurang Tidur Meski Hanya 2 Jam, Jangan Anggap Sepele

Kurang tidur meski hanya 2 jam berdampak signifikan terhadap kesehatan mental.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Pria mengalami kesulitan tidur (ilustrasi). Seseorang yang mengalami kurang tidur meski hanya 2 jam akan mengalami pengaruh buruh terhadap fisik dan mental.
Foto: Republika
Pria mengalami kesulitan tidur (ilustrasi). Seseorang yang mengalami kurang tidur meski hanya 2 jam akan mengalami pengaruh buruh terhadap fisik dan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurang tidur tak hanya bisa memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan emosional. Pengaruh buruk ini bisa muncul meski orang-orang hanya mengalami kurang tidur sekitar dua jam.

Setiap orang memerlukan kesehatan emosional yang baik bila ingin menjalani hari secara optimal. Emosi yang terganggu bisa membuat kesehatan fisik, motivasi, kemampuan mengambil keputusan, interaksi sosial, hingga kemampuan belajar dan mengingat ikut menurun.

Baca Juga

Analisis terbaru dalam jurnal milik American Psychological Association, Psychological Bulletin, juga mengungkapkan hal serupa. Analisis ini didasarkan pada 154 studi berbeda dalam kurun waktu 50 tahun.

Beragam studi tersebut memuat data terkait kualitas tidur sekitar 5.700 partisipan. Melalui data ini, tim peneliti menganalisis beragam faktor yang menyebabkan para partisipan menjadi kekurangan tidur. Sebagian dari faktor tersebut adalah sering terbangun pada malam hari, kebiasaan begadang, serta bangun lebih cepat dari biasanya.

 

Tim peneliti lalu menganalisis dampak dari kekurangan tidur terhadap kondisi kesehatan emosional hingga suasana hati para partisipan. Dari analisis ini, tim peneliti menemukan bahwa kurang tidur, meski hanya dua jam, bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan emosional.

Setidaknya, ada tiga temuan penting yang didapatkan oleh tim peneliti dari analisis ini. Berikut adalah ketiga temuan tersebut, seperti dilansir WebMD pada Sabtu (23/12/2023):

1. Penurunan emosi positif, seperti rasa suka cita.

2. Peningkatan gejala kecemasan, seperti detak jantung lebih cepat dan muncul kekhawatiran.

3. Penurunan kemampuan untuk mengekspresikan emosi.

Menurut peneliti sekaligus asisten profesor, Cara Palmer PhD, ketiga dampak tersebut bisa muncul meski orang-orang hanya mengalami sedikit kurang tidur. Misalnya, kurang tidur karena begadang selama 1-2 jam lebih lama dari jadwal tidur normal.

Tim peneliti juga menemukan bahwa semakin banyak seseorang kekurangan tidur, semakin besar pula dampak buruknya bagi kesehatan emosional. Ketika kesehatan emosional sudah terganggu, orang-orang bisa mengalami kendala yang signifikan dalam menjalani keseharian.

"Temuan kami mengonfirmasi bahwa, kekurangan tidur meski hanya sedikit, bisa membawa perubahan negatif pada cara kita bereaksi terhadap kejadian sehari-hari," jawab profesor di bidang psikologi sekaligus peneliti dari University of Houston, Candice Alfano PhD.

 

Sumber: https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20231222/losing-just-two-hours-of-sleep-takes-an-emotional-toll

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement