Senin 13 Nov 2023 17:53 WIB

Kebiasaan Buruk Pengguna Android yang Sebaiknya Dihindari, Bisa Bikin Ponsel 'Lemot'

Penting untuk mewaspadai kebiasaan yang dapat menurunkan fungsionalitas ponsel.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Ponsel Android (ilustrasi). Beberapa kebiasaan buruk pengguna dapat menurunkan fungsionalitas ponsel Android.
Foto: Foto : MgRol_93
Ponsel Android (ilustrasi). Beberapa kebiasaan buruk pengguna dapat menurunkan fungsionalitas ponsel Android.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di dunia yang serbacepat, ponsel menjadi alat penting untuk produktivitas, komunikasi, dan hiburan. Namun, untuk memastikan performa optimalnya, penting untuk mewaspadai kebiasaan tertentu yang dapat menurunkan atau menghambat fungsionalitasnya.

Bagi para pengguna ponsel Android, ada sejumlah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari. Berikut 10 hal yang disarankan tidak dilakukan supaya perangkat Android bisa bekerja optimal, dikutip dari laman SlashGear, Senin (13/11/2023):

Baca Juga

1. Mengabaikan pembaruan perangkat lunak

Sistem operasi Android akan terus merilis pembaruan perangkat lunak untuk menambahkan fitur baru, meningkatkan kinerja, menambal masalah keamanan, dan memperbaiki bug. Jangan mengabaikannya ketika muncul pemberitahuan pembaruan perangkat lunak. 

 

2. Proses latar belakang yang berlebihan

Semakin lama seseorang menggunakan ponsel, semakin banyak aplikasi dan ada potensi proses latar belakang yang berlebihan. Ini dapat berdampak pada masa pakai baterai dan konsumsi memori, sehingga pengaturannya harus disesuaikan. 

3. Membebani layar beranda dengan widget

Widget adalah komponen interaktif kecil yang terletak di layar beranda ponsel Android. Jangan terlalu banyak memasang widget karena dapat menyebabkan antarmuka berantakan dan kesulitan menavigasi layar beranda.

4. Kehabisan ruang penyimpanan

Untuk mencegah ruang penyimpanan habis dan muncul pemberitahuan kapasitas penyimpanan yang mendekati penuh, pengguna Android perlu memeriksa ruang penyimpanannya. Caranya, dengan memeriksa berapa banyak ruang penyimpanan yang sedang digunakan dan di mana datanya berada.

5. Menginstal aplikasi dari sumber tidak dikenal

Google Play Store adalah platform terpercaya bagi pengguna untuk mengunduh aplikasi di perangkat Android. Jangan memasang aplikasi dari sumber tak dikenal di luar Play Store karena dapat menimbulkan risiko bagi ponsel.

6. Membiarkan cache menumpuk di aplikasi

Proses caching memungkinkan aplikasi menyimpan data sementara sehingga dapat memuat lebih cepat. Namun, akumulasi cache bisa mengimbas file, juga menyebabkan aplikasi tidak berfungsi dengan baik atau mogok.

7. Menerima notifikasi berlebihan

Secara default, ponsel Android akan membombardir pengguna dengan notifikasi berlebihan. Karena itu, pengguna Android perlu menyesuaikan pengaturan agar notifikasi tidak berjubel dan mengganggu fokus.

8. Tidak me-restart ponsel berkala

Sesekali, melakukan restart ponsel amat diperlukan, untuk membantu menyelesaikan masalah terkait perangkat lunak, meningkatkan kinerja, dan menjaga sistem operasi agar tidak terhenti. Memang butuh waktu untuk menunggu, tapi manfaatnya jauh lebih besar daripada ketidaknyamanannya.

9. Menghindari backup

Kondisi tidak terduga dapat menyebabkan hilangnya data sehingga penting untuk selalu melakukan backup data. Sayangnya, banyak pengguna Android menghindari proses pencadangan data tersebut karena menganggapnya merepotkan.

10. Membiarkan baterai terkuras hingga nol

Ponsel Android memakai baterai litium-ion, yang memiliki jumlah siklus pengisian daya terbatas. Dengan sering menguras baterai hingga nol persen, sama saja pengguna menghabiskan siklus pengisian daya lebih cepat, yang berpotensi menyebabkan berkurangnya masa pakai baterai dan penurunan kinerja secara bertahap seiring waktu.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement