Rabu 08 Nov 2023 04:02 WIB

Yang tak Boleh Dilakukan Selama Menginap di Hotel, Tapi Masih Banyak Dilakukan Tamu

Menurut pakar etiket, masih banyak tamu yang belum memahami tata krama di hotel.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Kamar hotel (ilustrasi). Ada beberapa hal yang menurut pakar tidak boleh dilakukan di hotel, namun masih banyak yang melakoninya.
Foto: www.freepik.com
Kamar hotel (ilustrasi). Ada beberapa hal yang menurut pakar tidak boleh dilakukan di hotel, namun masih banyak yang melakoninya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak hotel selalu berupaya agar tamu yang menginap menikmati semua layanannya senyaman mungkin. Namun, pada akhirnya, hotel bukan benar-benar rumah bagi para tamunya.

Seseorang tidak boleh bertindak sesuka hati tanpa sopan-santun. Sejumlah pakar etiket berpendapat, masih banyak tamu yang belum memahami tata krama di hotel. Berikut delapan hal yang menurut pakar tidak boleh dilakukan di hotel, namun masih banyak yang melakoninya, dikutip dari laman Best Life Online, Selasa (7/11/2023):

Baca Juga

1. Tidak memberi tip kepada staf hotel

Pemilik Mannersmith Etiquette Consulting, Jodi RR Smith, menyebut pemberian tip adalah suatu "keharusan" ketika seseorang menginap di hotel. Segera berikan tip untuk petugas kebersihan atau staf lain yang memberi pelayanan, tak perlu menunggu sampai selesai menginap.

 

2. Membuat kegaduhan di dalam kamar

Sebagian tamu hotel merasa boleh-boleh saja berisik atau membuat kebisingan di dalam kamar, sebab mengira kamarnya kedap suara. Smith mengatakan etiket menginap seharusnya tak membuat kegaduhan, bahkan saat menginap di hotel mewah sekalipun. 

3. Meletakkan nampan layanan kamar di luar tanpa memberi tahu staf

Memanjakan diri dengan layanan kamar adalah salah satu kemewahan di hotel, tetapi banyak yang belum tahu soal etiket sesudahnya. Smith mengatakan, nampan layanan kamar hanya boleh diletakkan di luar pintu kamar setelah tamu memberi tahu staf hotel.

4. Memonopoli area umum

Banyak hotel menawarkan fasilitas untuk digunakan para tamu, seperti gym, kolam renang, kursi di lobi, dan lainnya. Pakar etiket tersertifikasi Lisa Mirza Grotts, memperingatkan tamu untuk tidak memonopoli area umum dan pertimbangkan kebutuhan tamu lain.

 

Nomor 5...lanjutkan membaca>> 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement