Kamis 02 Nov 2023 06:34 WIB

Gigi Kuning Meski Rutin Sikat Gigi? 8 Kebiasaan tak Terduga Ini Mungkin 'Biang Keroknya'

Masalah gigi kuning juga dapat dipicu oleh beragam kebiasaan yang tak terduga.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Gigi (ilustrasi). Setidaknya ada 8 penyebab gigi berwarna kuning meski rutin sikat gigi.
Foto: www.freepik.com
Gigi (ilustrasi). Setidaknya ada 8 penyebab gigi berwarna kuning meski rutin sikat gigi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gigi yang terlihat kuning biasanya disebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga. Namun, di samping faktor kebersihan, masalah gigi kuning juga dapat dipicu oleh beragam kebiasaan yang tak terduga.

Kondisi gigi yang berwarna kuning sering kali memunculkan rasa tidak percaya diri. Tak sedikit pula yang merasa bahwa gigi kuning dapat membuat senyuman terlihat kurang menarik.

Baca Juga

Namun, meski sudah rajin menyikat gigi, sebagian orang masih memiliki gigi yang berwarna kuning. Kemunculan masalah gigi kuning ini bisa disebabkan oleh sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari dapat mengubah warna gigi. Berikut ini adalah delapan kebiasaan di antaranya, seperti dilansir BestLife pada Rabu (1/11/2023):

1. Lupa minum air putih

 

Minum air putih dapat menyingkirkan sisa makanan atau minuman berwarna yang menempel di gigi dan berpotensi memicu perubahan warna. Sayangnya, sebagian orang sering melupakan air putih setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat meninggalkan warna pada gigi.

Untuk mencegah gigi menguning, dokter gigi Nicole Mackie DDS MS FACP merekomendasikan orang-orang untuk minum air putih di sela-sela menyantap makanan. Setelah makan, dr Mackie merekomendasikan orang-orang untuk minum satu gelas penuh air putih. Minuman selain air putih tidak akan dapat memberikan efek pembersihan pada gigi seperti air putih.

"Khususnya soda, minuman bernergi, dan alkohol yang dipenuhi gula dan asam yang bisa mengikis email gigi," ujar dr Mackie.

2. Bernapas dari mulut

Meski terkesan tak berhubungan, kebiasaan bernapas dari mulut bisa mengubah warna gigi. Terlebih bila kebiasaan bernapas dari mulut ini dilakukan dalam jangka panjang. Bernapas dari mulut bisa mengubah warna gigi karena kebiasaan ini bisa membuat kondisi mulut kering dalam jangka panjang.

Padahal, keberadaan liur di dalam mulut berperan penting dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Sebagai contoh, berperan dalam menetralisir asam dan menyingkirkan sisa partikel makanan. Minimnya air liur di dalam mulut dapat membuat gigi lebih rentan untuk berubah warna menjadi kekuningan.

3. Vaping

Sebagian orang menganggap bahwa menghisap vape atau vaping lebih sehat dibandingkan merokok konvensional. Padahal, vaping dapat memberikan efek buruk yang sama seperti rokok konvensional, termasuk efek buruk terhadap gigi.

Perubahan warna gigi bisa dipicu oleh zat-zat kimia yang ada di dalam cairan vape. Selain itu, kebiasaan vaping juga dapat membuat gigi berubah warna karena kerap menyebabkan mulut menjadi kering.

4. Menyantap makanan dan minuman asam

Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam dalam jangka panjang dapat mengubah gigi menjadi kuning. Perubahan warna ini terjadi karena jenis makanan dan minuman tersebut dapat merusak lapisan pelindung gigi, yaitu email gigi, sehinga bakteri lebih mudah masuk.

Lapisan gigi yang ada di bawah email gigi dikenal dengan nama dentin. Dentin juga diketahui memiliki warna alami yang lebih kuning.

5. Menikmati makanan dan minuman berwarna gelap

Warna yang gelap dari beragam makanan dan minuman bisa menempel pada gigi dan memicu perubahan warna. Beberapa contoh makanan berwarna gelap yang dapat memicu perubahan warna gigi adalah kecap asin, akar bit, dan balsamic vinegar. Sedangkan contoh minuman dengan efek serupa adalah kopi, teh, serta anggur merah.

6. Terlalu sering sikat gigi

Menyikat gigi dan flossing memang dapat menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut. Namun bila dilakukan terlalu sering, menyikat gigi dan flossing justru bisa membuat gigi lebih mudah menguning. Terlalu sering menyikat gigi dan flossing bisa mengikis email gigi dan membuat gigi tampak kuning.

Di samping itu, menyikat gigi terlalu keras juga dapat memicu kerusakan gigi, email gigi, serta gusi. Seiring waktu, kondisi-kondisi tersebut dapat mendorong timbulnya masalah keseahtan gigi, termasuk gigi kuning.

Menurut dr Mackie, sikat gigi sebaiknya hanya dilakukan sekitar dua sampai tiga kali per hari. Dr Mackie juga merekomendasikan penggunaan sikat gigi dengan sikat yang lembut. Hindari pula tekanan yang terlalu keras saat menggunakan sikat gigi.

7. Tidak sikat lidah

Banyak orang terbiasa untuk menyikat gigi tanpa menyikat lidah. Padahal, lidah yang tak dibersihkan dapat mengganggu kebersihan mulut dan memicu gigi menguning. Alasannya, lidah dapat menjadi tempat bertumbuhnya beragam bakteri jahat yang bisa membuat gigi menguning. Oleh karena itu, menyikat gigi perlu menjadi bagian dari rutinitas membersihkan gigi seperti sikat gigi dan flossing.

8. Jarang ganti sikat gigi

Menggunakan sikat gigi yang sama dalam waktu panjang bisa memicu masalah kebersihan mulut, termasuk menyebabkan gigi jadi kekuningan. Dr Mackie menganjurkan agar sikat gigi diganti setiap tiga bulan sekali. Sikat gigi yang digunakan lebih dari tiga bulan bisa mengalami perubahan sehingga efek pembersihannya menjadi tidak efektif. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement