Selasa 12 Sep 2023 10:26 WIB

Anak Muda Pun Bisa Kena Serangan Jantung, Ini 3 Faktor Pemicunya

Penyakit jantung adalah pembunuh terbesar di dunia.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Serangan jantung telah menjadi tren yang mengkhawatirkan karena semakin banyak orang muda yang mengalaminya./ilustrasi
Foto: www.freepik.com
Serangan jantung telah menjadi tren yang mengkhawatirkan karena semakin banyak orang muda yang mengalaminya./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Serangan jantung telah menjadi tren yang mengkhawatirkan karena semakin banyak orang muda yang mengalaminya. Meskipun dulunya dianggap sebagai masalah orang tua, individu di bawah usia 40 tahun, terutama mereka yang berusia 20-an dan 30-an, menjadi rentan terhadap serangan jantung.

Direktur Kardiologi Intervensi di Fortis Hospital, Dr Gopi A, mengatakan bahwa gen Z harus juga memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung. Selain itu, mereka juga harus mengetahui faktor-faktor yang bisa memicu penyakit jantung, supaya bisa mengambil tindakan pencegahan sesegera mungkin.

Baca Juga

“Kami melihat orang-orang yang lebih muda berisiko tinggi terkena penyakit arteri koroner akhir-akhir ini. Tindakan pencegahan harus ditanamkan pada kelompok usia tersebut. Bukan berarti semua orang berisiko, tetapi tindakan pencegahan harus dilakukan karena lebih banyak kasus serangan jantung yang dilaporkan lebih sering terjadi," kata Dr Gopi seperti dilansir India Today, Selasa (12/9/2023).

Menurut Gopi, setidaknya ada tiga faktor utama yang bisa menyebabkan serangan jantung pada generasi Z. Berikut penjelasan Gopi.

 

1. Tekanan darah

Hipertensi dianggap jarang terjadi pada orang yang lebih muda. Namun, jika ada orang yang datang dengan tekanan darah tinggi, mereka harus diperiksa kesehatan jantungnya. “Apa pun konsekuensi yang terjadi akibat tekanan darah dapat dicegah untuk sebagian besar," kata Dr Gopi.

 

2. Obesitas

Obesitas pada masa kanak-kanak merupakan faktor utama dalam peningkatan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. Gopi menekankan pentingnya edukasi dan segala macam tindakan dalam diet, untuk menjaga berat badan yang baik harus dilakukan.

 

3. Kesehatan mental

Gopi mengatakan, kelompok gen Z menghadapi persaingan dan tantangan yang lebih berat, sehingga mereka lebih rentan stress dan depresi. Mereka perlu disadarkan akan hal itu. Orang tua diimbau untuk memperkuat ikatan dengan anak, dan selalu ada saat anak sedang sedih dan terlihat murung.

“Anak muda yang merasa tidak baik-baik saja secara mental juga disarankan untuk meminta bantuan kepada professional, atau keluarga. Dengan begitu, Anda dapat mencegah penyakit jantung di masa depan," saran Dr Gopi.

Pakar ini juga menyampaikan bahwa penyakit jantung adalah pembunuh terbesar di dunia. Lebih dari 17-18 juta kematian setiap tahun yang terjadi di dunia disebabkan oleh penyakit jantung.

Langkah-langkah pencegahan seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang kaya buah-buahan, biji-bijian, menjaga berat badan yang sehat dan tidur yang cukup adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan jantung. Konsumsi alkohol dan tembakau harus dihindari dengan cara apa pun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement