Selasa 05 Sep 2023 20:33 WIB

Kurangi Risiko Demensia, Ahli Gizi: Ubah Pola Makan

Perubahan pola makan sebaiknya dilakukan selagi muda untuk hindari demensia.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Ada perubahan pola makan yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia di kemudian hari.
Foto: Piqsels
Ada perubahan pola makan yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia di kemudian hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Demensia, sekelompok gejala terkait penurunan fungsi otak, merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Kondisi itu bukan hanya tentang kehilangan ingatan, tetapi juga perubahan cara berbicara, berpikir, merasakan, dan berperilaku. 

Menurut ahli gizi Patrick Holford, ada perubahan pola makan yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia di kemudian hari. Demensia menyerang jutaan orang di seluruh dunia dan, sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. 

Baca Juga

"Tiga perubahan paling penting adalah mengurangi gula dan makanan olahan, memperbanyak makan ikan, serta makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah," kata Holford, dikutip dari laman Glasgow Live, Selasa (5/9/2023). 

Holford menjelaskan bahwa peningkatan asupan omega-3, baik dari makanan atau suplemen dapat mengurangi risiko demensia hingga 20 persen. Hal itu sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition. 

Selain itu, dia menyarankan tak terlalu sering makan karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta. Pasalnya, ada reaksi kimia tertentu yang terjadi di tubuh jika memakannya terlalu banyak. Seiring berjalannya waktu, itu dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan berpotensi menyebabkan penyakit alzheimer. 

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat olahan secara teratur akan mengacaukan pasokan glukosa ke otak dengan meningkatkan resistensi insulin. Dengan terlalu banyak gula dan karbohidrat dalam makanan, reseptor insulin berpotensi 'mati'. 

Pendiri badan amal Food for the Brain Foundation itu mengatakan kadar glukosa darah yang sedikit lebih tinggi dari normal pada usia di atas 35 tahun merupakan 'prediktor' demensia pada tahun-tahun berikutnya. Itu sebabnya, karbohidrat olahan sebaiknya dikurangi.

Sebagai gantinya, tambahkan lebih banyak nutrisi ke dalam makanan. Menu ala diet Mediterania dengan buah-buahan kaya antioksidan, sayuran, dan vitamin C sangat disarankan. Holford juga menyarankan untuk tetap aktif secara fisik, sosial, dan intelektual, serta menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement