Sabtu 22 Apr 2023 12:30 WIB

Sulit Menghindari Makanan dan Minuman Manis Saat Lebaran?

Sudah tradisi masyarakat Indonesia menghidangkan makanan-minuman manis saat Lebaran.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Kue lebaran (Ilustrasi). Cobalah untuk tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat Lebaran.
Foto: Republika/Prayogi
Kue lebaran (Ilustrasi). Cobalah untuk tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat Lebaran tiba, makanan dan minuman manis biasanya terhidang di meja tamu. Setiap berkunjung ke rumah sanak saudara maupun tetangga, aneka sajian berkadar gula tinggi tersedia.

Alhasil, dalam masa silaturahim Hari Raya Idul Fitri, orang berkali-kali mengonsumsi makanan dan minuman manis. Hal itu menjadi sulit dikontrol, apalagi pada anak-anak. Lalu, bagaimana kiat menyiasatinya?

Baca Juga

President of Indonesian Pediatric Society, Prof Dr dr Aman Bhakti Pulungan, mengaku kesulitan memberikan jawaban soal tips menghindari makanan dan minuman manis saat Lebaran. Sebab, itu sudah menjadi tradisi lingkungan dan kultur masyarakat Indonesia.

"Sulit jadinya. Saya agak sulit menjawab," kata Prof Aman dalam media workshop bertema "Cegah Diabetes Prematur pada Anak dan Remaja", Selasa (27/3/2023).

Namun, sebagai dokter Prof Aman mengingatkan masyarakat agar menjaga kadar gula darahnya, apalagi bagi pasien diabetes. Cobalah untuk tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan saat Lebaran.

Dihubungi secara terpisah, ahli gizi dr Rita Ramayulis mengatakan saat ini diabetes pada anak-anak mulai terjadi pada usia lebih muda. Ada yang baru berusia sekitar 10 tahun sudah mengidap diabetes tipe 2.

Dokter Rita merekomendasikan agar membuat tingkat kemanisan dari makanan menjadi lebih rendah. Gunakan tujuh persen gula dari total cairan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement