Ahad 15 Feb 2026 18:14 WIB

Ini 4 Faktor yang Bisa Jadi Pemicu Remaja Bunuh Diri

Menurut pakar, keputusan seseorang bunuh diri tak hanya terdiri atas satu faktor.

Ilustrasi bunuh diri. Menurut psikiater dan pemerhati kesehatan jiwa, keputusan seseorang untuk bunuh diri tidak hanya terdiri atas satu faktor saja.
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi bunuh diri. Menurut psikiater dan pemerhati kesehatan jiwa, keputusan seseorang untuk bunuh diri tidak hanya terdiri atas satu faktor saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa remaja, yang merentang antara usia 13 hingga 19 tahun, sering kali digambarkan sebagai fase pencarian jati diri yang penuh warna. Namun, di balik dinamika pertumbuhan tersebut, tersimpan kerentanan psikologis yang jika tidak tertangani dengan baik, dapat berujung pada tragedi.

Psikiater dan pemerhati kesehatan jiwa, Dr dr Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, mengatakan dorongan untuk mengakhiri hidup pada usia remaja bukanlah kejadian tunggal yang tiba-tiba. Terdapat empat faktor krusial yang saling berkelindan dan memicu krisis mental yang mendalam yakni kesepian, keputusasaan, kebutuhan akan rasa memiliki atau menjadi bagian dari sesuatu, dan beban.

Baca Juga

"Tidak satu faktor saja yang membuat seseorang memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri," kata dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor itu dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan dari Jakarta pada Jumat (13/2/2026), 

Anak-anak dan remaja yang hidup dengan dukungan sumber daya minimal, menurut dia, ada kemungkinan akan merasa menanggung beban berat dan kehilangan harapan. Lingkungan keluarga yang menginginkan anak memenuhi ekspektasi orang tua juga bisa menimbulkan beban pada anak.

Dalam kasus bunuh diri anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nova mengemukakan, anak yang tinggal di desa merasa tidak bisa menjadi bagian dari anak-anak seusia mereka karena merasa tidak bisa menggapai apa yang dimiliki oleh anak-anak di kota. Menurut dia, tekanan akibat tidak bisa memiliki apa yang orang lain punya bisa membuat remaja menganggap mengakhiri hidup sebagai pilihan jalan keluar yang bisa ditempuh.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement