REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hollywood melayangkan protes keras terhadap generator video Al baru bernama Seedance 2.0. Model AI yang diluncurkan ByteDance tersebut dinilai telah menjadi alat pelanggaran hak cipta secara terang-terangan.
Perusahaan teknologi asal China, ByteDance, meluncurkan Seedance 2.0 pada awal pekan ini. Menurut Wall Street Journal, model tersebut telah tersedia untuk pengguna aplikasi Jianying milik ByteDance di China, dan akan segera dirilis secara global melalui aplikasi editing CapCut.
Seedance memungkinkan pengguna untuk membuat video hingga 15 detik hanya dengan memasukkan perintah teks (prompt). Seperti aplikasi Sora milik OpenAI, Seedance langsung menuai kritik karena tidak memiliki pengamanan yang memadai untuk mencegah pembuatan video menggunakan kemiripan tokoh nyata maupun properti intelektual (IP) milik studio.
Kontroversi mencuat setelah seorang pengguna X mengunggah video singkat yang menunjukkan Tom Cruise berkelahi dengan Brad Pitt, yang menurutnya dibuat hanya dengan prompt singkat di Seedance. Video ini pun dikecam oleh banyak pihak termasuk penulis skenario Deadpool Rhett Reese.
"Saya benci mengatakannya. Mungkin ini sudah berakhir bagi kami," kata dia seperti dikutip dari TechCrunch, Ahad (15/2/2026).
Motion Picture Association juga segera mengeluarkan kritik, di mana CEO Charles Rivkin menuntut agar ByteDance segera menghentikan aktivitas pelanggaran hukum. Menurut dia, Seedance 2.0 telah terlibat dalam penggunaan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala besar.