Rabu 17 Dec 2025 14:13 WIB

Sineas Hingga Penggemar Berduka atas Kematian Rob dan Michele Reiner

Rob Reiner dikenal bukan hanya seorang sineas namun juga aktivis sosial.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Bunga-bunga menutupi bintang Walk of Fame untuk Rob Reiner pada hari Senin, 15 Desember 2025, di kawasan Hollywood, Los Angeles.
Foto: Dok. AP Photo/Damian Dovarganes
Bunga-bunga menutupi bintang Walk of Fame untuk Rob Reiner pada hari Senin, 15 Desember 2025, di kawasan Hollywood, Los Angeles.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Hollywood, Rob Reiner, bersama istrinya, Michele Singer Reiner, meninggal dunia diduga dibunuh oleh anaknya sendiri, Nick. Berita tentang kematian sutradara film When Harry Met Sally tersebut mengguncang Los Angeles, dari kawasan mewah Brentwood hingga Hollywood Boulevard.

Di bintang Walk of Fame milik Rob, para penggemar berhenti untuk memberikan penghormatan. Profesor sejarah senior, Stephanie Bower, turut memberikan tribute dengan meletakkan buket bunga merah muda di bintang Reiner.

Baca Juga

Menurutnya, Rob bukan hanya seorang sineas namun juga aktivis sosial. la mengenang peran Reiner dalam sitkom inovatif All in the Family pada 1970-an, yang menurutnya merupakan terbosan berani dalam menghadirkan isu-isu sosial ke layar kaca

"Bunga ini adalah sesuatu yang bisa saya lakukan untuk mengatasi kesedihan dan menghormati semua yang dicapainya. Rob sangat berarti bagi generasi saya dan lainnya," kata Bower seperti dilansir the Guardian, Rabu (17/12/2025).

Selain dikenal sebagai sutradara, Rob juga aktif dalam politik dan sosial. la memperjuangkan ikut mendirikan kelompok yang mendanai tantangan hukum, dan vokal menentang Donald Trump. Ace Smith, ahli strategi Demokrat veteran, menyebut Reiner sebagai sineas yang mampu menjembatani dunia hiburan dan politik dengan memahami kebijakan secara mendalam.

Kematian Rob juga menjadi kabar duka bagi masyarakat LA. Robert Morgan seorang pengemudi bus wisata Hollywood, juga mengaku terkejut dan sedih. "Sebagai orang tua, ini sangat menyakitkan. Apa yang bisa membuat seorang anak melakukan hal seperti ini?" kata dia sambil menahan air mata.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement