Sabtu 07 Feb 2026 22:55 WIB

Kurang Tidur Setiap Hari? Ini Deretan Risikonya Bagi Kesehatan

Tak hanya fisik, kesehatan mental pun ikut tergerus jika kurang tidur.

Seorang wanita begadang (ilustrasi). Sering begadang dapat menyebabkan berbagai risiko bagi kesehatan.
Foto: Dok. www.freepik.com
Seorang wanita begadang (ilustrasi). Sering begadang dapat menyebabkan berbagai risiko bagi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Begadang mungkin bagi sebagian orang terasa seperti lambang produktivitas atau gaya hidup modern. Di era di mana kelelahan akibat bekerja keras mulai dinormalisasi, tidur sering kali menjadi tumbal pertama demi mengejar tenggat waktu atau sekadar menikmati hiburan di layar ponsel lewat tengah malam.

Namun, di balik keheningan malam saat masih terjaga, sebuah krisis kesehatan yang sunyi sedang membangun kekuatannya di dalam tubuh. Konsultan kardiologi dari Manipal Hospitals, Vijayawada, memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang secara rutin tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam yang direkomendasikan.

Baca Juga

Bahaya dari kurang tidur kronis tidak selalu muncul seketika seperti alarm yang memekakkan telinga; ia lebih mirip seperti bola salju yang perlahan membesar hingga akhirnya memicu krisis kesehatan yang serius. Salah satu dampak yang paling mengejutkan adalah hubungannya dengan kenaikan berat badan. Bagi yang sedang berjuang menurunkan berat badan melalui diet ketat dan olahraga namun tetap begadang, usaha tersebut bisa jadi sia-sia.

Dokter Sandeep menjelaskan mekanisme internal yang kacau akibat kurang tidur. "Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon rasa lapar, ghrelin dan leptin; ghrelin naik, meningkatkan nafsu makan, sementara leptin turun, mengurangi rasa kenyang, yang membuat Anda mendambakan makanan berkalori tinggi, lebih sering ngemil, dan menambah berat badan dengan lebih mudah," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Sabtu (7/2/2026).

Kondisi ini memicu reaksi berantai yang berbahaya, mulai dari metabolisme yang melambat, sensitivitas insulin yang terganggu, hingga risiko nyata terkena diabetes tipe 2. Lebih jauh lagi, benteng pertahanan tubuh kita, yaitu sistem imun, akan mengambil pukulan telak saat kita kekurangan waktu istirahat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement