Kamis 26 Feb 2026 06:38 WIB

Daftar Buah Terbaik untuk Pulihkan Energi Setelah Puasa

Pemilihan makanan menjadi faktor utama agar tubuh kembali bertenaga.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Karyawan menanta kurma di salah satu toko kurma di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Buah menjadi salah satu buah yang dianjurkan dikonsumsi selama puasa Ramadhan.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan menanta kurma di salah satu toko kurma di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Buah menjadi salah satu buah yang dianjurkan dikonsumsi selama puasa Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga, tetapi juga momen penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Pemilihan makanan, khususnya buah, menjadi faktor utama agar tubuh kembali bertenaga dan tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadhan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Katrin Roosita, mengatakan selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber tama energi bagi otak. Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.

Baca Juga

"Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (26/2/2026).

Oleh karena itu, menurut Prof Katrin, saat berbuka puasa agar segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa. Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan.

photo
Buka puasa Ramadhan dengan kurma (ilustrasi). - (Dok Republika)

 

Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikonsumsi saat berbuka. la menyebut fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.

"Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement