REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi para pencinta gim atau gamer, menghabiskan waktu berjam-jam untuk menuntaskan permainan atau menaikkan peringkat kompetitif sudah menjadi rutinitas yang biasa. Namun, di balik fokus dan keseruan tersebut, ada ancaman kesehatan fisik yang nyata dan sering kali diabaikan, salah satunya adalah risiko terkena penyakit wasir atau ambeien.
Gangguan ini ditandai dengan adanya pembengkakan serta peradangan pada pembuluh darah vena di sekitar area anus, yang lambat laun dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mengganggu kenyamanan beraktivitas sehari-hari. Banyak orang mengira bahwa risiko penyakit wasir hanya dipicu oleh faktor genetika, usia tua, atau kebiasaan mengejan yang salah saat buang air besar. Padahal, faktor lingkungan kerja dan ergonomi tempat duduk memegang peranan yang tidak kalah krusial bagi kelompok usia produktif.
Dokter bedah umum di RS Pluit, Jakarta, dr Valdy Giovano Thomas, SpB, menyampaikan bukan hanya posisi duduk yang bisa menyebabkan para gamer berisiko terkena wasir, tetapi juga jenis alas duduk yang digunakan. Permukaan kursi yang kaku bertindak sebagai penahan yang menekan bantalan anus secara konstan, memicu hambatan sirkulasi darah lokal yang lama-kelamaan dapat berujung pada cedera jaringan pembuluh darah.
"Duduk di permukaan keras dalam durasi lama dapat memberi tekanan besar pada area anus sehingga pembuluh darah melebar. Apalagi kalau dikombinasikan dengan duduk terlalu lama," kata dr Valdy dalam keterangan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kondisi ini diperparah oleh durasi permainan yang kerap melupakan batasan waktu ideal bagi tubuh manusia untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam tanpa jeda, sistem sirkulasi darah bawah tubuh akan mengalami penurunan kinerja secara drastis.