Sabtu 28 Feb 2026 18:19 WIB

Anak Kena Campak? Ini Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Saat campak, anak tidak nafsu makan, bahkan bisa sampai muntah dan diare.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Orang tua menggendong anaknya usai diberikan vaksin imunisasi di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/6/2025). Puskesmas Kecamatan Tebet menggelar Gebyar Imunisasi  sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap serta mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak-anak usia dini. Vaksin imunisasi yang diberikan dalam kegiatan ini diantaranya Bacile Calmerte Guerin (BCG), Difteri Pertusis dan Detanus (DPT), Campak, Pneumococcal Conjugate Vaccine 3 (PCV3) dan sebagainya.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Orang tua menggendong anaknya usai diberikan vaksin imunisasi di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/6/2025). Puskesmas Kecamatan Tebet menggelar Gebyar Imunisasi sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap serta mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak-anak usia dini. Vaksin imunisasi yang diberikan dalam kegiatan ini diantaranya Bacile Calmerte Guerin (BCG), Difteri Pertusis dan Detanus (DPT), Campak, Pneumococcal Conjugate Vaccine 3 (PCV3) dan sebagainya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Campak masih menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai orang tua. Saat anak terinfeksi campak, nafsu makan biasanya menurun drastis sehingga penting bagi orang tua mengetahui asupan terbaik dalam kondisi tersebut.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Prof dr Anggraini Alam, mengatakan pada masa campak, lapisan epitel tubuh anak sedang terganggu. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami gangguan pencernaan seperti muntah dan diare, sehingga asupan cairan menjadi hal paling utama yang harus diperhatikan.

Baca Juga

"Saat anak campak mereka tidak ada nafsu makan, mungkin dia sampai muntah-muntah dan diare. Oleh karena itu, justru orang tua harus memberikan cairan," kata dr Anggraini dalam diskusi virtual yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAl), Sabtu (28/2/2026).

Menurut dr Anggraini, cairan terbaik bagi anak yang sedang mengalami campak adalah cairan yang dapat menggantikan gula dan garam tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Beberapa rekomendasi minuman yang dianjurkan antara lain larutan gula dan garam, air kelapa, serta air sup atau kuah kaldu.

"Kalau misalnya anak muntah, diamkan dulu sekitar 10 menit, kemudian coba minumkan lagi secara perlahan," kata dia.

photo
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin imunisasi kepada anak di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/6/2025). Puskesmas Kecamatan Tebet menggelar Gebyar Imunisasi sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap serta mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak-anak usia dini. Vaksin imunisasi yang diberikan dalam kegiatan ini diantaranya Bacile Calmerte Guerin (BCG), Difteri Pertusis dan Detanus (DPT), Campak, Pneumococcal Conjugate Vaccine 3 (PCV3) dan sebagainya. - (Republika/Thoudy Badai)

 

Selain asupan cairan, kata dr Anggaraini, makanan tetap boleh diberikan sesuai kemampuan anak. Namun karena biasanya nafsu makan menurun, makanan diberikan sedikit demi sedikit dan disesuaikan dengan kondisi anak.

Dia mengingatkan adanya tanda bahaya yang mengharuskan anak segera dibawa ke rumah sakit, yaitu muntah dan diare terus-menerus, kejang, tampak kebiruan, sesak napas berat, hingga tindak mampu minum. "Kalau misalnya muntah-muntah, diare, ada kejang, kelihatannya biru, sulit dibangunkan, sesak hebat, tidak mampu minum, maka segera ke rumah sakit," ujar dr Anggraini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement