Sabtu 03 Jan 2026 21:25 WIB

Dampak Camilan Manis Berlebihan pada Kesehatan Anak

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah gangguan nafsu makan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Anak mengonsumsi makanan manis (ilustrasi). Konsumsi gula berlebih dapat memengaruhi kesehatan anak.
Foto: www.freepik.com
Anak mengonsumsi makanan manis (ilustrasi). Konsumsi gula berlebih dapat memengaruhi kesehatan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan manis seperti cokelat, kue, biskuit, dan minuman manis sering kali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan berdampak pada kesehatan mereka.

Ahli gizi dari Narayana Health SRCC Children's Hospital, Divya Achrekar, mengatakan anak-anak cenderung menyukai makanan manis. Namun, konsumsi gula berlebih dapat memengaruhi kesehatan. Berikut dampak dari terlalu banyak makan camilan manis bagi anak seperti dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (3/1/2026):

Baca Juga

1. Ganggu nafsu makan

Menurut dia, salah satu dampak yang paling terlihat adalah gangguan nafsu makan. Anak-anak yang terlalu banyak mengonsumsi camilan manis sering melewatkan atau mengurangi porsi makanan utama, sehingga kehilangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan serat yang dibutuhkan tubuh mereka untuk tumbuh.

2. Ganggu pencernaan

Selain itu, gula berlebih dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit perut, atau perubahan kebiasaan buang air. Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Mudah lelah dan rewel

Konsumsi gula yang tinggi juga berdampak pada energi anak. Mereka bisa menjadi hiperaktif di satu saat, kemudian tiba-tiba lelah atau rewel. Fluktuasi energi ini tidak hanya memengaruhi suasana hati tetapi juga konsentrasi anak dalam belajar dan bermain.

4. Ganggu kualitas tidur

Makanan manis yang dikonsumsi pada sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur anak. Kurang tidur membuat anak tidak mendapatkan istirahat yang cukup, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental mereka.

Sementara itu, untuk membantu anak-anak mengurangi konsumsi camilan manis, orang tua disarankan melakukan pendekatan yang bijak. Misalnya daripada melarang, cara yang efektif adalah memberi contoh.

"Anak-anak belajar dengan mengamati. Ketika mereka melihat orang dewasa menikmati makanan manis dalam porsi wajar sekaligus bersama makanan seimbang, mereka lebih mungkin memahami bahwa semua makanan, termasuk makanan manis, dapat dinikmati tanpa rasa bersalah atau berlebihan," kata Divya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement