Selasa 30 Dec 2025 22:24 WIB

Labubu dan K-Pop Demon Hunters Dominasi Tren Konsumen Asia pada 2025

Labubu menjadi fenomena setelah popularitasnya meledak di Asia Tenggara dan global.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Salah satu varian boneka Labubu. Labubu, KPop Demon Hunters, dan karakter Jepang seperti Chiikawa menjadi produk yang populer dan laku keras selama 2025.
Foto: Dok. Popmart.com
Salah satu varian boneka Labubu. Labubu, KPop Demon Hunters, dan karakter Jepang seperti Chiikawa menjadi produk yang populer dan laku keras selama 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Labubu, K-Pop Demon Hunters, dan karakter Jepang seperti Chiikawa menjadi produk yang populer dan laku keras selama 2025. Hal ini merujuk pada laporan Nikkei yang menyoroti tren konsumen di Asia, di mana karakter fiksi mendominasi gaya hidup dan konsumsi masyarakat di Asia.

Labubu, karakter ciptaan ilustrator Hong Kong Kasing Lung, menjadi fenomena setelah popularitasnya meledak di Asia Tenggara dan pasar global. Pop Mart, perusahaan mainan yang mulai menjual Labubu sejak 2019, menawarkan karakter ini melalui blind box yakni kemasan misterius yang isinya baru diketahui saat dibuka. Fenomena ini menciptakan sensasi berburu, kelangkaan produk, serta lonjakan harga di pasar sekunder.

Baca Juga

"Rasanya ada pencapaian ketika berhasil mendapatkan Labubu yang langka. Membuka blind box juga memberi sensasi tersendiri," kata seorang konsumen di Shanghai seperti dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (30/12/2025).

Selain Labubu, film animasi Netflix KPop Demon Hunters juga menjadi hit besar di Korea Selatan. Film produksi Sony Pictures Animation, anak usaha Sony Group asal AS, mengisahkan tiga idola K-pop perempuan yang juga berperan sebagai pembasmi iblis.

Popularitas film ini mendorong peningkatan wisatawan asing ke Korea Selatan. Pada Agustus lalu, produsen makanan Nongshim juga merilis produk kolaborasi dengan Netflix yang terinspirasi dari ramen dan camilan yang muncul dalam film animasi tersebut. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement