Kamis 18 Dec 2025 17:00 WIB

Riset Ungkap Masalah Gusi Terkait dengan Diabetes Tipe 2

Peradangan akibat penyakit gusi dapat meningkatkan kadar gula darah.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Petugas kesehatan mengecek kadar glukosa atau gula darah kepada pasien (ilustrasi). Riset Health Inclusivity Index 2025 dari Haleon menemukan adanya hubungan antara kesehatan gusi dengan diabetes tipe 2.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas kesehatan mengecek kadar glukosa atau gula darah kepada pasien (ilustrasi). Riset Health Inclusivity Index 2025 dari Haleon menemukan adanya hubungan antara kesehatan gusi dengan diabetes tipe 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Riset Health Inclusivity Index 2025 dari Haleon menemukan adanya hubungan antara kesehatan gusi dengan diabetes tipe 2. Penyakit gusi yang disebabkan oleh kesehatan mulut yang buruk secara signifikan meningkatkan risiko berkembangnya penyakit lain seperti diabetes tipe 2.

Kondisi ini terjadi karena peradangan akibat penyakit gusi dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga memengaruhi kerja insulin. "Selama ini kesehatan gusi itu kan sering dianggap sepele kan ya. Riset kami menunjukkan bahwa masalah gusi bisa picu diabetes tipe 2. Jadi tidak bisa lagi dipandang sebelah mata," kata Corporate Affairs Lead South East Asia & Taiwan Haleon, Donny Wahyudi, dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga

la memaparkan riset juga mengungkap bahwa kelompok berpenghasilan rendah terdampak secara tidak proporsional oleh diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap layanan perawatan gigi, rendahnya literasi kesehatan, serta tingginya paparan faktor risiko seperti pola makan tidak sehat dan kebiasaan merokok.

Selain itu, keterbatasan finansial kerap menyebabkan penundaan pengobatan, yang pada akhirnya memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Menurut Donny, pengelolaan penyakit gusi yang efektif memerlukan perawatan profesional secara rutin untuk menghilangkan bakteri dan plak, disertai dengan kebersihan mulut yang konsisten di rumah.

photo
Haleon Indonesia membagikan temuan dari Health Inclusivity Index (HII), sebuah indeks berbasis data untuk memahami kondisi inklusivitas kesehatan di Indonesia, bersama dengan Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta pada Kamis (18/12/2025). - (Dok. Haleon Indonesia)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement