Senin 16 Jan 2023 21:26 WIB

Diderita Putri Tori Spelling, Apa Beda Migrain Hemiplegia dengan Sakit Kepala Biasa?

Putri Tori Spelling dirawat di rumah sakit dengan diagnosis migrain hemiplegia.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Remaja putri menutupi wajahnya dengan kedua tangannya (ilustrasi). Gejala migrain hemiplegia bisa berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari.
Foto:

Gejala primernya meliputi kelemahan pada satu sisi tubuh (hemiplegia), sakit kepala, serta gejala aura khas lainnya, seperti perubahan penglihatan, mati rasa, kesemutan, dan kesulitan berbicara. Seseorang mungkin juga mengalami demam, perubahan kesadaran, dari kebingungan menjadi koma yang dalam, juga masalah dengan koordinasi, mual atau muntah, dan peningkatan kepekaan terhadap suara dan cahaya.

Karena gejala migrain hemiplegia mirip dengan strok, kejang, atau kondisi neurologis serius lainnya, penting untuk menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas. Selama kunjungan ini, dokter akan dengan hati-hati meninjau riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan neurologis lengkap.

Mereka mungkin juga memerintahkan pemindaian untuk melihat otak dan pembuluh darah di kepala Anda. Langkah-langkah ini diperlukan untuk menyingkirkan penyebab lain dan memastikan diagnosis. Mengingat migrain hemiplegia sering diturunkan dalam keluarga, dokter kemungkinan besar akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, terutama riwayat sakit kepala atau migrain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement