Jumat 16 Jun 2023 07:35 WIB

Penderita Migrain Berisiko Lebih Tinggi Terkena Strok Sebelum Usia 60

Ada beberapa faktor risiko strok.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Sakit kepala (Ilustrasi). Wanita dengan migrain juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi terkena serangan jantung dan strok hemoragik, dibandingkan dengan pria dengan migrain dan populasi umum.
Foto: Flickr
Sakit kepala (Ilustrasi). Wanita dengan migrain juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi terkena serangan jantung dan strok hemoragik, dibandingkan dengan pria dengan migrain dan populasi umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Strok adalah keadaan darurat medis yang serius dan mengancam jiwa yang terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat. Hal ini biasanya disebabkan oleh gumpalan darah atau pembuluh darah di otak yang pecah.

Ada beberapa faktor risiko strok, termasuk memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Namun, para ilmuwan meyakini ada faktor risiko lain yang cukup umum.

Baca Juga

Sebuah tim studi dari Denmark telah menemukan bahwa penderita migrain lebih mungkin mengalami strok sebelum usia 60 tahun. Mereka menemukan bahwa wanita dan pria yang mengalami migrain memiliki risiko lebih tinggi mengalami strok iskemik (bentuk strok yang paling umum) yang disebabkan oleh pembekuan darah.

Penelitian yang dipublikasikan di PLOS Medicine ini juga mengungkapkan bahwa wanita dapat membawa risiko tambahan serangan jantung dan strok hemoragik, strok yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.

"Tujuan penelitian baru ini untuk mencari tahu apakah wanita dengan migrain juga memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan strok hemoragik, ketika arteri di otak pecah, dibandingkan dengan pria," kata pemimpin studi, Dokter Cecilia Hvitfeldt Fuglsang dari Aarhus University, seperti dilansir laman Express, Kamis (15/6/2023).

Sebagai bagian dari penelitian, tim melakukan studi nasional terhadap rekam medis Denmark yang dikumpulkan dari tahun 1996 hingga 2018, dari orang-orang berusia 18 hingga 60 tahun. Peneliti mengidentifikasi pria dan wanita dengan migrain berdasarkan catatan obat resep mereka dan membandingkan risiko serangan jantung dan iskemik serta strok hemoragik sebelum usia 60 tahun, dengan risiko yang dihadapi oleh orang-orang dalam populasi umum yang tidak menderita migrain.

Berlawanan dengan temuan sebelumnya, analisis menunjukkan bahwa pria dan wanita dengan migrain memiliki peningkatan risiko strok iskemik yang sama. Namun, wanita dengan migrain juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi terkena serangan jantung dan strok hemoragik, dibandingkan dengan pria dengan migrain dan populasi umum.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement