Jumat 17 Jan 2020 04:09 WIB

Manfaat Mengonsumsi Teh Hijau Secara Rutin

Teh hijau yang dikonsumsi rutin disebut bisa menjauhkan dari ragam penyakit.

Rep: Febryan A/ Red: Nora Azizah
Sebuah penelitian terbaru di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi teh hijau secara rutin mampu memperkecil risiko sejumlah penyakit (Ilustrasi Teh)
Foto: Flickr
Sebuah penelitian terbaru di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi teh hijau secara rutin mampu memperkecil risiko sejumlah penyakit (Ilustrasi Teh)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian terbaru di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi teh hijau secara rutin mampu memperkecil risiko sejumlah penyakit. Pada gilirannya, teh hijau juga mampu memperpanjang usia peminumnya.

Penelitian yang melibatkan 100.902 orang itu menunjukkan orang yang mengkonsumsi teh hijau tiga kali dalam seminggu atau lebih akan memiliki risiko terkena serangan jantung atau stroke 20 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak rutin. Risiko meninggal karena dua penyakit itu juga 23 persen lebih rendah.

Baca Juga

Dilansir dari Ladders, Jumat (17/1), mereka yang rutin meminum teh juga memeliki usia satu tahun lebih lama dari pada mereka yang tidak rutin. Namun sayangnya manfaat itu tak begitu kuat pada wanita.

"Kami menemukan bahwa efek perlindungan dari rutin mengkonsumsi teh sangat menonjol dan kuat untuk pria, tetapi hanya sederhana untuk wanita," kata Dr. Dongfeng Gu dari Pusat Nasional untuk Penyakit Kardiovaskular Cina, Peking Union Medical College dan Chinese Academy of Medical Science menjelaskan kepada CNN.

Menurut Dongfeng, penyebabnya kemungkinan lantaran tingginya konsumsi teh pada pria dibandingkan wanita. Pria, kata dia, mengkonsumsi teh 2,5 kali lebih banyak dibandingkan wanita.

Dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology, riset ini dilakukan dengan membagi 100.902 peserta menjadi dua kelompok. Satu peminum teh rutin (minimal 3 kali dalam sepekan) sementara satu lagi tidak. Setelah melakukan pendataan awal, para peneliti melakukan analisis tindak lanjut setelah tujuh tahun kemudian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement