Sabtu 28 Feb 2026 17:59 WIB

Sutradara Abdallah Al-Khatib Sebut Jerman 'Mitra Genosida' Israel di Gaza

Di atas panggung Berlinale, dia membentangkan bendera Palestina.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026.
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembuat film asal Suriah-Palestina, Abdallah Al-Khatib, menyerukan kemerdekaan Palestina di ajang Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026. Dalam pidato kemenangannya, ia juga menyebut Pemerintah Jerman sebagai mitra dalam genosida di Gaza oleh Israel dan menyerukan pembebasan Palestina.

"Pemerintah Jerman adalah mitra dalam genosida Israel di Gaza," kata Al-Khatib di hadapan para tamu undangan di Berlin, dilansir laman Anadolu, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga

Al-Khatib menerima penghargaan Best First Feature untuk filmnya Chronicles From the Siege yang mengisahkan perjuangan warga sipil bertahan hidup di tengah pendudukan. Di atas panggung, ia membentangkan bendera Palestina dan menyampaikan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

"Kami akan mengingat semua orang yang berdiri bersama kami, dan kami akan mengingat semua orang yang berdiri melawan kami. Melawan hak kami untuk hidup dengan martabat, atau mereka yang memilih untuk diam. Bebaskan Palestina dari sekarang hingga akhir dunia," kata dia.

Al-Khatib yang membawa bendera Palestina ke atas panggung juga berharap suatu saat nanti akan ada festival film besar di Gaza, yang didedikasikan bagi semua orang tertindas di dunia. Sebelumnya dalam malam penghargaan yang sama, pembuat film Lebanon Marie-Rose Osta, yang meraih Golden Bear untuk film pendek terbaik, turut menyampaikan kritik terhadap tindakan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.

photo
Piala Festival Film Internasional Berlin. (16/1/2024). - (EPA)

 

"Dalam kenyataannya, anak-anak di Gaza, di seluruh Palestina, dan di Lebanon saya tidak memiliki kekuatan super untuk melindungi mereka dari bom Israel. Tidak ada anak yang seharusnya membutuhkan kekuatan super untuk bertahan hidup dari genosida yang diperkuat oleh hak veto dan runtuhnya hukum internasional," kata Osta dalam pidatonya.

la juga menuding bahwa gencatan senjata terus dilanggar oleh Israel, baik di Gaza maupun Lebanon, serta menegaskan bahwa kehidupan anak-anak di wilayah tersebut tidak bisa ditawar. Kontroversi seputar sikap politik di Berlinale 2026 juga mencuat beberapa hari sebelumnya. Puluhan aktor dan sutradara, termasuk Javier Bardem dan Tilda Swinton, menandatangani surat terbuka yang diterbitkan Variety. Dalam surat tersebut, 81 pekerja film menuduh pihak festival melakukan "rasisme anti-Palestina" dan menyensor seniman yang menentang tindakan Israel di Gaza.

Para penandatangan juga menyoroti pernyataan ketua juri tahun ini, Wim Wenders, yang dalam konferensi pers menyebut bahwa festival film "seharusnya menjauh dari politik" saat ditanya mengenai situasi di Gaza. Pernyataan-pernyataan di panggung Berlinale tersebut kembali menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah terus memicu perdebatan tajam, termasuk di ruang-ruang budaya dan seni internasional.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement