Rabu 26 Oct 2016 08:42 WIB

Menenangkan Anak dengan Gawai? Waspadai Efek Buruknya

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Indira Rezkisari
Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.
Foto: pixabay
Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, Para orang tua yang sering menggunakan gawai untuk menenangkan anak perlu berhati-hati dan berpikir ulang mengenai kebiasaan itu. Meski gawai sering menjadi alat yang ampuh untuk membuat rumah tenang, Akademi Dokter Anak Amerika mengimbau orang tua untuk menghindari penggunaan gawai terus menerus.

Penggunaan gawai sebagai strategi untuk menenangkan anak bisa membatasi kemampuan anak untuk mengendalikan emosinya sendiri. Bahaya bukan?

Salah seorang peneliti Jenny Radesky mengatakan, masa anak-anak adalah waktu perkembangan otak. Anak memerlukan waktu untuk bermain, mengendalikan emosi, dan membangun hubungan. "Peneliti menilai penggunaan gawai berlebihan bisa membatasi aktivitas yang penting itu. Kami menekankan orang tua dan dokter anak untuk bisa menjaga keseimbangan yang sehat," ujar Radesky seperti dikutip dari Indian Express.

Untuk anak berusia dua hingga lima tahun, penggunaan gawai perlu dibatasi sekitar satu jam dalam sehari. Tak hanya itu, diperlukan pula kegiatan pendukung yang berkualitas yang bisa mempertemukan anak dan orang tua. Radesky menambahkan, terlalu banyak menggunakan gawai juga bisa mempengaruhi kualitas tidur, perkembangan, dan kesehatan fisik anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement