Ahad 23 Oct 2016 08:05 WIB

Cara Bangka Tengah Promosikan Pulau Ketawai

Pulau Ketawai
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Pulau Ketawai

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKA TENGAH -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah sedang gencar mempromosikan Pulau Ketawai sebagai salah satu tujuan wisata. Berbagai cara dilakukan untuk memperkenalkan pulau ini kepada masyarakat dan wisatawan lokal maupun asing.

Salah satu caranya adalah dengan mengikutkan Pulau Ketawai sebagai salah satu tujuan Sail Indonesia. Sudah tiga kali Pulau Ketawai diikutkan dalam rangkaian acara Sail Indonesia tersebut. Namun secara keseluruhan, Bangka Tengah mengikuti keseluruhan Sail Indonesia yang sudah berlangsung selama lima kali.

“Jadi, Bangka Tengah sudah lima kali menjadi tujuan Sail Indonesia. Dua di Pulau Ketawai dan dua di daerah Batu Briga,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bangka Tengah, Zaidi, Ahad (23/10).

Untuk Sail Indonesia 2016 yang bernama Sail Karimata tersebut, Pulau Ketawai kembali menjadi daerah tujuan pelayaran yang diikuti belasan kapal yacht (layar) dari berbagai negara tersebut. Puluhan awak kapal singah di pulau ini sejak Jumat (20/10) hingga Senin (24/10).

Khusus untuk Pulau Ketawai,  Zaidi menyebutkan keunggulan pulau ini sebagai daerah tujuan Sail Indonesia. Yakni, titik labuh kapal dengan pulau dekat, aman,  air bersih, dan wilayah perairan ini menjadi perlintasan perhubungan jalur laut.

Menurut Zaidi, dengan seringnya Pulau Ketawai diikutkan dalam Sail Indonesia, maka kepopuleran pulau ini semakin meningkat di mata masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun asing. “Nanti orang yang sudah datang ke sini akan menceritakan kepada teman-temannya dari mulut ke mulut sehingga pulau ini sehingga memancing minat mereka untuk berwisata ke tempat ini,” kata Zaidi.

Zaidi mengatakan, dari sisi keindahan alam Pulau Ketawai sangat indah. Pantai ini memiliki pasir yang halus, laut yang bersih, dan alam serta pepohonan di pulau ini selalu dijaga. Selain itu, pulau ini memiliki sejumlah titik yang bisa digunakan untuk menyelam dan memancing.

Namun, sebagai tempat daerah wisata, Zaidi mengakui Pulau Ketawai masih memiliki kekurangan. Yakni, belum adanya tempat penginapan seperti cottage.

Karena itu,  rencana ke depan Pemkab Bangka Tengah akan mengupayakan membangun tempat penginapan di sini. Namun, konsepnya tetap penginapan yang menjaga kelestarian alamnya. “Jadi nanti kita upayakan sealami mungkin, tanpa mengganggu alam yang ada di sini,” kata Zaidi.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, di Pulau Ketawai memang belum memiliki penginapan permanen. Namun, hal tersebut tidak mengurangi minat pelancong untuk datang ke tempat ini. Setiap akhir pekan, banyak pelancong yang mengunjungi tempat ini dan menginap.

Mereka membuat tenda-tenda sebagai tempat istirahat. Toilet, kamar bilas, kamar mandi, air bersih, dan mushola sudah tersedia di sini.

Bagi wisatawan yang ingin ke sini, bisa menempuh jalur darat dari Bandara Pangkal Pinang dengan menggunakan angkutan umum ke dermaga Desa Kurau. Dari dermaga, menyebrang ke Pulau Ketawai menggunakan perahu bermotor.

Perjalanan di laut bisa ditempuh dalam waktu 20 hingga 40 menit. Adapun biayanya sekitar Rp 700-800 ribu per kapal untuk perjalanan satu hari pergi-pulang. Pengunjung sebaiknya bergabung dengan para wisatawan lainnya agar ongkos kapal bisa dibayar secara patungan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement