Rabu 12 Oct 2016 08:01 WIB

Survei: 70 Persen Ortu Indonesia tak Gosok Gigi di Malam Hari

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Indira Rezkisari
Kesadaran terhadap kesehatan gigi belum menyeluruh diketahui masyarakat Indonesia.
Foto: flickr
Kesadaran terhadap kesehatan gigi belum menyeluruh diketahui masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebanyakan masyarakat lebih fokus menggosok gigi di pagi dibandingkan malah hari. Hasil riset Pepsodent membuktikan, sebanyak 70 persen orang tua tidak menggosok gigi di malam hari.

“Sementara anak-anak sebanyak 77 persen,” kata ahli kesehatan gigi, drg Ratu Mirah Afifah saat Peluncuran Ceita Petualangan Mama Sigi dan Pepo bersama Pepsodent di Hotel Mulia, Jakarta.

Memang masih banyak masyarakat terutama anak-anak yang belum memiliki kebiasaan menggosok gigi di malam hari. Padahal kegiatan tersebut penting bagi kesehatan gigi. Apalagi pada waktu tersebut, aliran kelenjar ludah sangat sedikit. Kalau tidak dibersihkan, bakteri dapat berkembang lebih cepat.

Ratu melanjutkan, perkembangan bakteri di mulut tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. “Nanti mereka ‘berpesta’ dengan sisa makanan dan sisa makanan itu akan diubah menjadi asam,” terang Head of Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk ini. Hadirnya asam pada mulut akan membahayakan gigi sehingga bisa berdampak pada kondisi berlubang.

Sikat gigi di malam hari jelas dapat membuat konsentrasi fluoride bekerja terhadap air liur selama 12 jam. Hal ini serupa dengan kandungan fluoride yang ditemukan setelah satu sampai empat jam sesudah menyikat gigi di siang hari.

Fluoride yang bertahan pada lapisan gigi di malam hari terbukti memiliki kebaikan. “Baik untuk menguatkan email gigi terhadap serangan asam bakteri di rongga mulut,” tambah dia. Untuk itu, kegiatan menyikat gigi di malam hari sangat penting dilakukan, baik orang tua maupun anak-anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement