Kamis 15 Sep 2016 08:18 WIB

Ortu Modern Harus Berstrategi Siapkan Dana Pendidikan Anak

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Tahap pertama menyiapkan dana pendidikan anak dimulai dengan memilih dulu sekolah mana yang diinginkan orang tua dan anak sebagai tempat pendidikan anak.
Foto: Reuters
Tahap pertama menyiapkan dana pendidikan anak dimulai dengan memilih dulu sekolah mana yang diinginkan orang tua dan anak sebagai tempat pendidikan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi orang tua di Indonesia ketatnya persaingan di era pasar bebas dan globalisasi tampaknya kian disadari untuk segera diantisipasi. Guna menciptakan anak-anaknya menjadi pemenang, sebagian besar orang tua di Indonesia (52 persen) menjadikan biaya pendidikan sebagai prioritas mengungguli biaya untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya. Berbagai cara juga mereka tempuh untuk meningkatkan kecakapan dan daya saing anak.

Saat menyelesaikan jenjang S1 dipandang sebagai keharusan, mayoritas orang tua (94 persen) memandang jenjang S2 pun diperlukan. Mereka juga mendorong anak untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan profesi idaman (89 persen) dan menguasai bahasa asing (91 persen).

Head of Wealth Management HSBC Indonesia, Steven Suryana mengatakan, beragam upaya yang ditempuh para orang tua untuk memastikan kesuksesan anak di masa depan mengagumkan. Yang perlu juga dipastikan adalah kesiapan finansial yang mengiringinya. Penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana mempersiapkan keuangan secara strategis agar dapat mendukung ambisi anak dan orang tua.

Steven juga mengatakan bahwa dari perspektif HSBC yang berkutat di bidang finansial, para orang tua sekarang mau tidak mau harus memiliki perencanaan keuangan yang kian strategis dengan dasar pertimbangan yang lebih luas. Misalnya, mereka harus memiliki pemahaman yang benar terlebih dulu tentang ketepatan jurusan perkuliahan yang akan dipilih, kualitas perguruan tinggi atau lembaga pendidikan non formal yang akan mempertajam keahlian anaknya, bahasa asing apa yang sebaiknya harus dikuasai anaknya,hingga memahami profesi apa yang tepat sekaligus prospektif bagi masa depan Anak.

"Dengan demikian, biaya pendidikan dapat dirancang dengan tepat sesuai kebutuhan dan ambisi orang tua maupun anak, sekaligus dapat teralokasikan dengan efisien," jelasnya dalam HSBC Media Gathering and Discuss di Jakarta, Rabu (14/9).

Ada empat langkah praktis menyiapkan dana pendidikan anak menurut Steven. Yakni mulailah perencanaan sejak dini. Menurut survei yang dilakukan pihaknya sebanyak 80 persen orang tua sudah punya perencanaan.

Kedua, rencanakan pendidikan pascasarjana. Karena menurut survei sebanyak 94 persen orang tua memandang jenjang S2 pun diperlukan. "Jadi sarjana saja tidak cukup," tambahnya.

Selain itu ketiga adalah pertimbangkan universitas di luar negeri. Ada aspirasi sebanyak 60 persen orang tua di Indonesia inginkan anaknya kuliah diluar negeri.

Dan keempat, bimbinglah anak pada kemandirian finansial. "Orang tua  diharapkan bisa mendidik anak mandiri secara finansial, nah ini bisa dilatih sejak dini," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement