Kamis 04 Feb 2016 11:01 WIB

Mungkinkah Aksi Banci di TV Pengaruhi Kecenderungan Anak?

Rep: C21/ Red: Indira Rezkisari
Anak menonton televisi
Foto: pixabay
Anak menonton televisi

REPUBLIKA.CO.ID, Tayangan televisi terus terang membuat orang tua khawatir. Terutama bila anak melihat aksi laki-laki berpakaian perempuan, atau sebaliknya. Mungkinkah tayangan televisi itu mempengaruhi tumbuh kembang anak?

“Kalau dari tontonan saja, dampaknya tidak sebesar itu (menjadi kaum Lesbian,Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), red). Namun lebih ke faktor pengawasan orangtua,” ujar spesialis komunikasi orangtua-anak, Hana Yasmira, Kamis (4/2).

Hanna mengatakan orangtua wajib mengawasi tayangan apa yang dilihat anak di televisi. Misalkan seorang anak yang sedang menonton tayangan dengan adegan pria yang lemah gemulai, orangtua harus mengingatkan jika hal itu dilarang agama.

“Dia bisa mengingatkan sang anak, kalau laki-laki berpakaian perempuan dilarang agama. Atau itu dilakukan hanya sebatas akting,” kata dia.

Namun, Hana menuturkan kebanyakan film di TV menggunakan sosok pria kewanita-wanitaan sekedar untuk lucu-lucuan. Selain itu, masih jauh dari memperkenalkan orientasi seks, karena ada faktor sensor di televisi.

Namun, yang ditakutkan Hana bukan karena adegan-adegan tersebut dapat membuat orientasi seksual anak menyimpang. Melainkan, bila menunjukkan hal itu di publik, dapat memicu  anak menjadi sosok yang melakukan perisakan atau bullying.

“Yang saya lebih takutkan, sang anak akan membawa sifat bullying ke dalam dunia nyata,” tutur dia.

Karena konteks ditampilkan banci di dalam TV, memang sengaja untuk menjadi korban lucu-lucuan. Umumnya juga dalam tayangan diperlihatkan mereka yang berbeda lalu akan menjadi korban perisakan orang lain.

(baca: Tumbuh Tanpa Salah Satu Sosok Orangtua Picu Anak Cenderung LGBT)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement