Kamis 17 Dec 2015 08:38 WIB

Ibu, Siapkan Ini Sebelum Ajarkan Anak Menulis

Rep: C32/ Red: Indira Rezkisari
Orang tua harus paham kalau menulis bukan sekadar memegang pensil lalu memintanya mulai menggambarkan angka atau huruf.
Foto: ist
Orang tua harus paham kalau menulis bukan sekadar memegang pensil lalu memintanya mulai menggambarkan angka atau huruf.

REPUBLIKA.CO.ID, Anak selalu bersemangat belajar hal baru dan salah satunya adalah menulis. Kegiatan menulis biasanya muncul ketika ia memasuki tahun-tahun prasekolah, keadaan tersebut merupakan saat penting bagi anak untuk memperluas kosa kata, angka, dan simbol.

Jangan bingung  dulu bagaimana cara yang tepat untuk mengajari menulis kepada anak untuk pertama kalinya. Seperti dilansir New Kids Center, Kamis (17/12), ada beberapa hal yang perlu disiapkan pada anak terlebih dahulu karena mengajarkan menulis bukan hanya sekadar memegang pensil lalu menunjukkan mereka menggambar.

Pertama, ibu harus memperkuat tangan anak agar ototnya bisa berkembang terlebih dahulu. Cara terbaik untuk memperkuat otot tangan bisa dengan mendorong anak untuk menulis dan menggambar sebanyak yang mereka bisa. Menurut penulis 'Write Start' dan terapis okupasi anak Jennifer Hallissy, menggunting dan bermain lilin salah satu cara yang baik untuk membangun otot-otot tangan.

Selanjutnya bunda juga perlu membantu anak untuk memiliki pegangan yang baik dengan memberikan pensil dan krayon. Ajarkan anak untuk menggenggam pensil diantara telunjuk dan jempol serta jari tengah sebagai penyangga bawah. Bagi anak yang kidal bantu anak untuk sedikit menggenggam pensil dengan cara yang sama namun lebih tinggi.

Ketika belajar menulis anak sering kali sulit untuk menahan kertas dan pensilnya saat waktu yang bersamaan, ada hal yang perlu dilakukan. Menurut spesialis tulisan tangan anak dan terapis okupasi Cheryl Bregman, ibu dapat mencoba mengajarkan anak menulis di meja yang permukaannya miring. Dengan begitu, anak terpancing untuk melebarkan jarak pergelangan tangannya dan menempatkan posisi pensil yang tepat.

(baca: Waduh, Anak yang Sering Pilek Berisiko Bergigi Tonggos)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement