Kamis 17 Nov 2022 14:18 WIB

Dokter Sebut Kecerdasan Anak Juga Ditentukan oleh Asupan Nutrisi

Menurut dokter ada tiga hal yang menjadi penentu kecerdasan anak

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Ilustrasi anak makan. Menurut dokter ada tiga hal yang menjadi penentu kecerdasan anak.
Foto: www.freepik.com
Ilustrasi anak makan. Menurut dokter ada tiga hal yang menjadi penentu kecerdasan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dokter spesialis anak dari RSIA Bunda I Gusti Ayu Nyoman Partiwi mengatakan kecerdasan anak ditentukan juga oleh asupan nutrisi. Menurutnya terdapat tiga hal yang menjadi penentu kecerdasan anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

"Ketiga hal ini harus didapatkan oleh anak agar mereka dapat tumbuh dengan baik," ujar Partiwi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga

Dia menambahkan susu, di sisi lain, bisa menjadi solusi yang bisa membantu anak di atas satu tahun menaikkan berat badan. Partiwi menyarankan orang tua untuk mengeksplorasi berbagai jenis olahan susu misalnya es krim atau gelato agar lebih menarik bagi anak.

"Orang tua sebaiknya lebih bijak dalam menyikapi informasi terkait kesehatan anak yang beredar di media sosial. Semua susu pertumbuhan baik untuk anak dan hindarkan anak dari susu kental manis," imbuh dia.

 

Susu sejak lama menjadi sumber nutrisi bagi manusia. Hasil studi yang telah dipublikasikan di Nature Communications ini mengungkap orang-orang di Kenya dan Sudan modern mengonsumsi produk susu setidaknya 6.000 tahun yang lalu. Temuan ini menjadi bukti langsung paling awal konsumsi susu di Afrika dan mungkin di dunia.

Sementara bagi bangsa Eropa, susu termasuk kebutuhan dasar. Di antara negara-negara Eropa yang dengan konsumsi susu tinggi adalah Swiss, Belanda, Finlandia, dan Swedia.

Susu diyakini merupakan salah satu minuman paling sehat. Maka, tak heran postur orang Eropa tinggi besar menunjukkan kebutuhan gizinya tercukupi. Selain itu, dari sisi indeks kualitas manusia, bangsa Eropa khususnya negara-negara dengan konsumsi susu yang tinggi terbilang unggul.

Laporan IMD Business School menyebut negara- negara di Eropa melakukan pekerjaan dengan baik yang mampu mengembangkan kemampuan karyawannya dibandingkan dengan wilayah dunia lainnya. Swiss misalnya, dalam lima tahun terakhir menduduki posisi teratas dalam World Talent Ranking (Peringkat Bakat Dunia) berkat investasi besarnya dalam dunia pendidikan dan pelatihannya yang dapat menarik karyawan internasional. Peringkat selanjutnya adalah Denmark, Norwegia, Austria, dan Belanda.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement