Selasa 23 Jun 2015 13:17 WIB

Pipiltin Cocoa, Sajikan Cokelat yang 100 Persen Indonesia

Beberapa cokelat batangan kreasi Pipiltin Cocoa, di sini seluruh cokelatnya menggunakan biji asli Indonesia.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Beberapa cokelat batangan kreasi Pipiltin Cocoa, di sini seluruh cokelatnya menggunakan biji asli Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, Pipiltin Cocoa berdiri dari kegundahan pemiliknya, Tissa Aunila, kala melihat cokelat dari Indonesia dipajang di butik cokelat di Zurich, Swiss. Ketika itu Tissa sedang menjalani studi master hukumnya di Eropa. "Lagi liburan sekolah, jadi sekali naik kereta sampai di Swiss di sana antara bangga sama geram lihat cokelat kita dipajang dengan bagusnya," ujarnya, Senin (22/6).

Di Eropa, katanya, ia juga sering mendapat komentar betapa enaknya cokelat Indonesia. "Saya karena sekolah di Eropa malah tahu kalau cokelat Pidie Jaya Aceh itu disenangi di sini, padahal di Indonesia saya sama sekali tidak pernah dengar daerah Pidie Jaya," katanya.

Dari situ Tissa menggali informasi tentang cokelat Tanah Air. Sebagai negara produsen cokelat terbesar nomor tiga di dunia ia prihatin dengan tidak adanya butik cokelat yang mengusung cokelat Indonesia sebagai dagangan utamanya. Bersama adiknya, Irvan Helmi yang sebelumnya sudah terjun di dunia kopi lewat Anomali Coffe, Tissa mendirikan Pipiltin Cocoa. Niatnya cuma satu, menjadikan cokelat Indonesia terdengar di masyarakatnya sendiri.

Seluruh racikan cokelat Pipiltin dibuat menggunakan cokelat dari Tabanan Bali, Pidie Jaya Aceh, Glenmore Banyuwangi, dan Tanazozo di Flores. Untuk memastikan setiap cokelatnya berkualitas Tissa melakukan kurasi biji cokelat. Kurasi itu bahkan berlangsung hingga tiga kali, yakni saat bijinya masih basah di petani, kemudian setelah dikeringkan, dan ketika sampai di Pipiltin.

Kacang yang digunakan untuk campuran cokelatnya juga berasal dari Indonesia. Untuk kacang mete Pipiltin mengambilnya dari petani di Flores dan untuk macadamia dari Jember. Hanya almond yang diimpor, karena Indonesia memang tidak memproduksi kacang ini.

Tissa Aunila, pendiri Pipiltin Cocoa

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement