Jumat 17 Jan 2020 03:43 WIB

Cokelat yang tidak Bikin Gemuk

Cokelat asli justru bisa membantu berdiet.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Tissa Aunilla, co founder Pipiltin Cocoa, mengatakan masyarakat lebih akrab dengan cokelat manis yang bisa bikin gemuk.
Foto: Republika/ Wihdan
Tissa Aunilla, co founder Pipiltin Cocoa, mengatakan masyarakat lebih akrab dengan cokelat manis yang bisa bikin gemuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, cokelat populer dengan rasanya yang manis dan dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Padahal, jika yang dikonsumsi adalah cokelat asli, cokelat justru bisa membantu menurunkan berat badan lho.

Co-founder Pipiltin Cocoa, Tissa Aunilla, menjelaskan bahwa cokelat yang selama ini umum dikonsumsi masyarakat mengandung susu dan gula yang cukup tinggi. Sebab itulah, cokelat tersebut terkait dengan kenaikan berat badan.

Baca Juga

Lain halnya dengan cokelat asli yang bercita rasa sedikit pahit. Cokelat murni baik dikonsumsi kala diet, sebab dapat memberi efek kenyang lebih lama. Menurut Tissa, olahan cokelat yang setidaknya mengandung 70 persen biji cokelat asli juga baik untuk diet.

"Cokelat asli itu bisa dikonsumsi untuk diet. Saya aja selalu minum satu shot cokelat drink saat sarapan dan itu bisa menahan lapar lebih lama," kata Tissa saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (16/1).

Tissa mengatakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum familier dengan cita rasa juga manfaat dari cokelat asli. Padahal, Indonesia adalah penghasil biji kokoa (biji dari buah tanaman cokelat) terbesar ketiga di dunia.

Menurut Tissa, sudah saatnya masyarakat Indonesia mengubah cara pandangnya tentang cokelat. Salah satu caranya, dengan mencoba mengonsumsi cokelat asli Indonesia yang rasanya sangat unik.

"Masyarakat memang perlu diedukasi. Karena kan selama ini kita tahunya cokelat itu rasanya manis gitu ya," jelas Tissa.

Pipiltin Cocoa menyediakan cokelat dari empat daerah di Nusantara, antara lain Pidie Jaya Aceh, Tabanan Bali, Jawa Timur, dan Flores.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement