Rabu 28 Jan 2015 08:19 WIB

Kesalahan Memberi Makan yang Sering Dibuat Orang Tua pada Anak

Memberi makan anak (Ilustrasi)
Memberi makan anak (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orangtua pasti ingin mencukupi kebutuhan anaknya. Namun karena terlalu ingin memberikan yang terbaik, tanpa disengaja, masih banyak orangtua yang salah kaprah saat memberi makan bayi.

Dikutip dalam laman www.parentsindonesia.com inilah tiga kesalahan yang sering dibuat orangtua.

Memberikan MPASI sebelum 6 bulan

Mungkin masih jelas dalam ingatan Anda saat si kecil berusia 4 bulan dan beberapa orang menyarankan untuk mulai memberikan pisang karena menganggap bayi akan kelaparan tanpa makanan tambahan. Padahal proses pengolahan makanan di dalam usus memerlukan kehadiran enzin maltose yang umumnya belum banyak diproduksi oleh bayi di bawah usia 4 bulan. Risiko memaksakan bayi mengonsumsi makanan padat sebelum usia tersebut tidak bisa diremehkan. Anak bisa mengalami alergi, gangguan pada usus karena tersumbat atau melintir, sampai kolik.

Menyimpan susu terlalu lama

Selain ASI dan MPASI, orangtua juga kerap memberikan susu formula untuk mencukupi kebutuhan anak. Bagi Anda yang memberikan susu formula, pastikan membuang susu formula yang sudah berada di dalam suhu ruang selama satu jam. American Academic of Pediatrics (AAP) juga mengimbau jika susu disimpan dalam lemari es, susu formula yang sudah dibuka dan siap racik harus dibuang setelah 48 jam. Sedangkan susu yang sudah diracik harus dibuang setelah 24 jam.

Menyuapi bayi dalam posisi tidur

Menyuapi bayi memang menjadi salah satu tantangan tersendiri mengingat bayi belum tentu mau makan dengan lahap dan lancar. Tidak heran jika bayi kerap diposisikan tidur sambil diganjal bantal saat disuapi. Bayi yang disuapi makanan atau susu botol sambil tiduran akan lebih berisiko mengalami infeksi telinga. Anak sebaiknya disuapi sambil digendong, sedangkan bayi yang sudah bisa duduk tegak bisa disuapi dalam posisi duduk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement