Rabu 03 Dec 2014 06:13 WIB

Pecinta Seafood, Baca Fakta Mengejutkan Ini

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri
Seafood/ilustrasi
Foto: longpassages.org
Seafood/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan dari seafood banyak macamnya, rasanya pun berbeda. Bahkan seafood pun mengandung makna lainnya. Apa saja ya? Berikut lansiran berita dari Listverse, Rabu (3/12).

Khasiat pembuluh vena Udang

Udang merupakan salah satu hidangan makanan laut yang paling populer di dunia.  Anehnya, banyak masyarakat yang bingung, apakah sebelum memasak udang, pembuluh darah venanya harus dibuang terlebih dahulu atau tidak. Pembuluh darah ini sebenarnya usus udang. Jadi, ada kesempatan baik ketika Anda menangkap udang yang masih memiliki sisa-sisa makanan terakhirnya didalam usus tersebut. Udang adalah bottom feeder (pengumpan bawah), dan tetap dalam usus dikatakan membuat berpasir rasa udang. Namun, hal ini biasanya hanya berlaku pada udang yang lebih besar dibanding udang kecil. Pembuluh darah vena kemungkinan akan terlihat. Namun, beberapa orang mengklaim bahwa ada perbedaan rasa udang besar dengan udang kecil.  Ada yang menganggap udang dengan pembuluh darah rasanya lebih enak, tapi ada juga yang mengatakan sebaliknya. Bahkan ada yang memilih makan udang yang disajikan hidup atau baru saja dimatikan. Singkatnya, Anda tidak benar-benar mempertaruhkan kesehatan Anda dengan udang yang belum dibuang pembuluh darahnya.

Nematoda parasit

Jika Anda membeli fillet tebal yang bagus di toko, selalu ada kemungkinan Anda akan menemukan kejutan agak menjijikkan, yaitu adanya parasit cacing gelang seperti Anisakis simplex. Cacing jenis ini senang pada ikan yang popular seperti ikan trout dan salmon. Cacing ini senang berdiam diri dan meringkung didalam ikan tersebut dan membentuk lingkaran kecil yang jahat dan akan membuat sarang. Parasit ini sudah cukup umum dan sering ditemukan ketika perusahaan perikanan besar memeriksa dengan seksama.

Jangan kaget bila Anda menemukan bangkai cacing di dalam daging ikan setelah memasaknya. Lebih berbahaya lagi jika daging dimakan mentah-mentah. Karena itu akan membuat parasit hidum dan menghancurkan tubuh.

Lobster dan kepiting merasakan sakit?

Sejak lama, aktivis pro-hewan mengatakan jika memasak lobster hidup pada air mendidih itu adalah praktik tidak manusiawi, bahkan mirip dengan penyiksaan. Mereka yang menikmati lobster, menganggap memasak lobster atau jenis serupa lainnya di air mendidih tidak akan membuat lobster merasakan sakit. Kepercayaan umum dimasyarakat muncul sejak krustasea memiliki nociceptors (reseptor yang mengingatkan Anda terhadap rangsangan berbahaya tetapi tidak menyebabkan rasa sakit), mereka tidak benar-benar merasakan apa-apa.

Menurut penelitian terbaru, para aktivis hak-hak binatang telah menetapkan lobster mungkin memang merasa sakit. Robert Elwood dan sekelompok peneliti di Queens University di Belfast menghabiskan beberapa waktu pengujian teori ini.  Mereka melakukannya pengujian dengan cara mengerikan seperti mengoleskan asam asetat pada udang dan kepiting. Setiap kali, mereka mengamati hewan tersebut dan memperhatikan dengan cermat pada daerah yang terkena. Lobster dan kepiting bahkan menyambut positif anestesi. Lobster menunjukkan respon rasa nyeri dan mungkin akan membuat Anda berfikir ulang untuk memasukkannya lobster hidup kedalam air mendidih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement