Selasa 18 Mar 2014 13:08 WIB

Ini Alasan Perlunya Menyelipkan Camilan

Rep: Reiny Dwinanda/ Red: Indira Rezkisari
Sebutir apel merupakan contoh camilan yang tepat.
Foto: Heather Ainsworth/AP
Sebutir apel merupakan contoh camilan yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak orang mengira, mengudap buruk untuk kesehatan. Comot sedikit ini dan itu, pasti membuat kalori tertimbun dan berat badan pun bertambah.

“Kita perlu mengubah cara pandang tersebut,” komentar Kim Larson, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

Mengudap semestinya tak patut didentikkan dengan makanan siap saji atau makanan yang manis. Biskuit dan keripik bukan camilan, melainkan jajanan. Terlalu banyak mengonsumsinya karena hanya akan membuat angka di timbangan naik perlahan.

Jadi, kudapan apa yang ideal? “Kudapan harus mengandung sumber protein dan setidaknya satu kelompok makanan, seperti karbohidrat kompleks atau buah,” papar Marjorie Nolan Cohn, penulis buku Belly Fat Fix seraya menyebut krakers gandum, apel, dan yogurt sebagai contohnya.

Camilan dikategorikan sehat dengan melihat rentang kalorinya. Andaikan berada di angka 200 sampai 300 kalori, kudapan ini akan cocok untuk pria. Sedangkan, perempuan tak butuh sebanyak itu.

“Untuk perempuan, cukup 150 hingga 200 kalori,” jelas Cohn, seperti dikutip Business Insider.

Dengan membiasakan diri menyantap makanan berkualitas gizi baik, mengudap membantu tubuh untuk menstabilkan kadar gula darah. Asupan gizi dari kudapan akan menghindarkan dari rasa lemas karena kekurangan energi pada siang hari.

Mengudap juga membantu mencegah makan berlebihan saat makan siang atau makan malam. Sebab, perut mereka sudah terisi di antara dua waktu makan.

“Secara umum, kalau waktu makan berikutnya masih empat jam lagi atau bahkan lebih lama dari itu, Anda harus mencari kudapan sebagai penganjal perut sebelum makan besar,” ujar Cohn.

Selanjutnya, hindari mengisi perut hanya untuk pelampiasan. Ketika bosan, misalnya, jangan cari camilan. Lakukan aktivitas lain yang menyegarkan pikiran. Mengudap akan menjadi cara cerdas untuk mempertahankan stamina ketika tubuh lapar dan butuh makanan penambah energi.

Camilan sehat dan lezat tak terlalu sulit untuk dibuat. Variasikan menunya dengan mengambil inspirasi dari camilan khas negara lain. Contohnya, mencampur greek yogurt rendah lemak dengan sereal berserat tinggi.

Kombinasi protein dan serat lambat dicerna, sehingga akan mendatangkan rasa kenyang lebih lama sekaligus mencegah rasa ingin mengonsumsi yang manis-manis.

Selain itu, kacang dan buah juga cocok untuk dihidangkan sebagai kudapan. Kacang merupakan sumber lemak tak jenuh. Akan tetapi, waspada dengan kandungan kalori pada kacang. Cukup satu ons saja untuk memperkaya rasa camilan.

Potongan apel dengan keju mozarella rendah lemak pun cukup mengenyangkan. Demikian pula dengan potongan wortel yang disajikan dengan hummus yang kaya serat dan protein.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement